Wali Kota Tangerang Gelar Ngopi Bersama, Warga Apresiasi Kehadiran Pemimpin yang Mendengar
Suasana Grha Kita Bersama (GKB), Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Jumat (09/01/2026), terasa berbeda. Bukan forum resmi dengan jarak antara pemerintah dan warga, melainkan perbincangan santai sambil ngopi.
Di ruang itulah Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, bersama Wakil Wali Kota H. Maryono Hasa dan jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), duduk sejajar dengan warga dalam kegiatan Ngobrol Pintar Bersama Sachrudin–Maryono atau Ngopi Bersama.
Lewat kegiatan ini, Sachrudin–Maryono ingin memastikan pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya untuk menyampaikan program, tetapi juga mendengarkan persoalan yang dihadapi warga sehari-hari. Aspirasi, masukan, hingga keluhan disampaikan langsung oleh perwakilan RT-RW dan tokoh masyarakat Kelurahan Belendung.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengungkapkan kebahagiaannya dapat berkumpul dan berdialog langsung dengan masyarakat Kecamatan Benda. Menurutnya, forum santai seperti Ngopi Bersama menjadi ruang efektif untuk menyerap aspirasi secara lebih terbuka.
"Alhamdulillah hari ini saya bersama wakil wali kota dan para jajaran Kepala OPD hadir tidak hanya untuk menyampaikan, tetapi juga untuk mendengarkan. Kami ingin berbincang santai, menyerap aspirasi, masukan, serta harapan dari Bapak Ibu semua," tutur Sachrudin di hadapan para perwakilan RT-RW dan tokoh masyarakat.
Ia menegaskan, pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan masyarakat. "Karena sejatinya, keberhasilan pembangunan membutuhkan peran dan kebersamaan kita semua," imbuhnya.
Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan lingkungan, pelayanan publik, hingga pembangunan wilayah dibahas secara terbuka. Sachrudin menyebut, komunikasi yang baik dari tingkat RT-RW hingga pemerintah kota menjadi kunci agar setiap persoalan dapat ditangani secara tepat dan berkelanjutan.
"Untuk itu komunikasi harus dapat terus kita jalin baik di tingkat RT-RW hingga ke Pemerintah Kota. Manfaatkan segala fasilitas dan sarana dan prasarana untuk masyarakat seperti GKB ini sebagai ruang diskusi serta berbagi aspirasi karena hanya dengan semangat kebersamaan dan partisipasi dari masyarakatlah pembangunan dapat berjalan dan lebih berdampak kepada masyarakat juga," ujar Sachrudin.