KOTA SERANG – Ancaman penyakit super flu kini menjadi perhatian serius di Kota Serang. Meski tidak masuk kategori pandemi, masyarakat diminta untuk tidak lengah. Penyakit ini berpotensi menyerang semua kalangan dan dapat memicu komplikasi bila tidak ditangani dengan tepat, terutama pada kelompok rentan.
Beberapa kelompok yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak berat akibat super flu antara lain lanjut usia, ibu hamil, balita, serta warga dengan penyakit penyerta atau komorbid. Kondisi ini membuat kewaspadaan menjadi hal yang tak bisa ditawar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, saat menjadi narasumber dalam talk show program Banten Menyapa yang disiarkan RRI Banten 94.9 FM, Kamis (8/1).
“Kelompok rentan ini memerlukan perhatian khusus agar tidak mengalami masalah kesehatan yang lebih serius. Bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan, sangat penting untuk tetap menjalani pengobatan rutin dan melakukan kontrol secara teratur kepada ahlinya,” jelas dr. Ahmad.
Ia menjelaskan, pada kelompok rentan, gejala super flu dapat berlangsung lebih lama dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. Tak hanya itu, komplikasi juga kerap muncul pada saluran pernapasan bagian atas, seperti hidung, tenggorokan, hingga telinga, yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan gangguan pendengaran.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Hasan—sapaan akrabnya—mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Menjaga asupan gizi, mencukupi waktu istirahat, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan atau ketika mengalami gejala flu dan batuk juga sangat dianjurkan.
“Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik berlebihan, namun tetap harus menjaga kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang. (HS/RED).***










