Selasa, 6 Oktober 2026

Tak Sekadar Lubang Tanah, Biopori Kantor DCKTR Tangsel Jadi Senjata Baru Tekan Sampah dari Hulu

BAGIKAN:
Tak Sekadar Lubang Tanah, Biopori Kantor DCKTR Tangsel Jadi...
0
Tak Sekadar Lubang Tanah, Biopori Kantor DCKTR Tangsel Jadi Senjata Baru Tekan Sampah dari Hulu

SERPONG – Upaya mengurangi sampah dari sumbernya kini tak lagi hanya menjadi wacana. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menerapkan program Biopori Kantor, sebuah langkah konkret membangun lingkungan perkantoran yang berkelanjutan sekaligus menekan timbunan sampah sejak dari hulunya.

Program ini mulai dijalankan sejak Oktober 2025 dan dijadikan proyek percontohan (pilot project) di Kawasan Perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, Lengkong Wetan. Lewat program tersebut, seluruh pegawai didorong membiasakan diri memilah sampah langsung dari ruang kerja masing-masing.

Petugas UPT Pemeliharaan DCKTR Tangsel, Jeni Faturahman, menjelaskan bahwa Biopori Kantor dirancang untuk mengelola sampah organik secara mandiri di lingkungan perkantoran. Sementara itu, sampah non-organik tetap dikelola melalui Bank Sampah yang dikelola Dharma Wanita Persatuan (DWP) DCKTR.

“Prinsipnya, kita ingin membantu mengurangi beban sampah dari hulunya. Kalau sampah bisa dikelola di kawasan perkantoran, kenapa tidak kita lakukan. Ini juga bagian dari upaya membangun kepedulian lingkungan bersama,” ujar Jeni saat dijumpai pada Rabu (7/1/2026).

Ia mengungkapkan, biopori yang diterapkan memiliki spesifikasi khusus. Diameter lubang mencapai sekitar 12 inci dengan kedalaman 80 hingga 100 sentimeter di bawah tanah, serta dilengkapi pipa yang menjulang sekitar 20 sentimeter di atas permukaan tanah.

Desain ini memudahkan perawatan karena biopori difokuskan untuk pengelolaan sampah organik menjadi kompos.

“Biopori ini difokuskan untuk pengolahan sampah organik, seperti sisa makanan. Nantinya mikroorganisme, belatung, dan cacing akan mengurai sampah tersebut hingga menjadi kompos. Selain mengurangi sampah, tanah di sekitarnya juga menjadi lebih gembur,” jelasnya.

Kompos hasil penguraian tersebut tidak dibiarkan begitu saja. DCKTR memanfaatkannya kembali sebagai pupuk tanaman di lingkungan kantor, sehingga tercipta siklus pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan.

Dari Ngopi Warga hingga Tabungan Emas: Bank Sampah Yes Nerada RW 10 Ciputat Sulap Sampah Jadi Investasi
Artikel Selanjutnya

Dari Ngopi Warga hingga Tabungan Emas: Bank Sampah Yes Nerada RW 10 Ciputat Sulap Sampah Jadi Investasi

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 8 Januari 2026, 16:06 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Hadapi Ancaman Digital, Pelajar Al-Hikmah Tangsel Dibekali Ketahanan Digital

Konten Redaksi Jumat, 18 September 2026 | 07:55 WIB

Andra Soni Dorong CKG Masif, Targetnya Bukan Angka tapi Warga Banten Sehat

Konten Redaksi Selasa, 1 September 2026 | 00:10 WIB

Tangsel Darurat Narkoba? Saat Penjaga Justru Tersandung Dugaan Kasus

Konten Redaksi Senin, 27 Juli 2026 | 11:44 WIB

Di Balik Layar @ceritangsel, Ada Minpam, Minde, dan Mincip yang Menemani Warga Tangerang Selatan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:02 WIB

Dilema Ruang Publik: Menakar Tanggung Jawab Kampus di Tengah Arus Kemacetan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 2 Mei 2026 | 12:36 WIB

Wakil Wali Kota Tangsel dan Kemenhub Lepas Peserta Mudik Gratis 2026

Konten Redaksi Selasa, 17 Maret 2026 | 12:25 WIB