Kota TangerangPemerintahan

Tak Hanya di Rawa Kucing, Pemkot Tangerang Siapkan Teknologi RDF di TPS3R untuk Olah 200 Ton Sampah per Hari

KOTA TANGERANG – Upaya serius Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam menekan persoalan sampah terus bergulir. Memasuki tahun 2026, Pemkot Tangerang menyiapkan terobosan baru dengan mengimplementasikan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R). Langkah ini digadang-gadang menjadi kunci untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing secara signifikan.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Iwan, menuturkan bahwa Pemkot Tangerang akan meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah berbasis teknologi di beberapa TPS3R yang tersebar di berbagai wilayah. Strategi ini disiapkan sebagai solusi jangka panjang agar volume sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing terus menurun.

Pemkot Tangerang menargetkan, teknologi RDF dapat diterapkan di empat lokasi TPS3R terpilih. Dengan skema tersebut, diperkirakan sekitar 200 ton sampah dari sumber dapat diolah setiap harinya sebelum akhirnya masuk ke TPA.

“Kami tahun ini akan menerapkan terobosan baru, jadi penggunaan teknologi RDF tidak hanya ada di TPA Rawa Kucing. Namun, teknologi RDF akan diterapkan di empat lokasi TPS3R yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Tangerang, seperti di TPS3R Benua, Dongkal, dan sebagainya,” ujar Iwan, Kamis (8/1/26).

Ia menjelaskan, saat ini Pemkot Tangerang telah memiliki tujuh TPS3R yang mengelola sampah organik menggunakan mesin pencacah konvensional berskala kecil hingga menengah. Meski masih sederhana, keberadaan TPS3R tersebut terbukti mampu menekan timbulan sampah dari sumber, sekaligus menciptakan potensi ekonomi lokal melalui pengolahan sampah organik dan anorganik yang disalurkan ke industri daur ulang.

“Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah organik dan maupun anorganik di tingkat sumber, selama ini kita hanya menggunakan mesin pencacah biasa, ke depannya akan menggunakan teknologi sehingga pengolahan sampahnya bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Tak hanya itu, Pemkot Tangerang juga memastikan rencana penerapan teknologi RDF di TPS3R dapat segera direalisasikan. Harapannya, sistem ini mampu mendukung terciptanya lingkungan kota yang bersih, sehat, dan semakin terbebas dari persoalan sampah.

“Kami berharap penggunaan teknologi RDF di sejumlah TPS3R dapat mengolah sampah langsung dari sumbernya sehingga sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing hanya tinggal residunya. Langkah ini dinilai menjadi solusi efektif untuk memperpanjang masa layak operasional TPA Rawa Kucing ke depannya,” pungkasnya.

Dengan inovasi tersebut, Kota Tangerang kian memantapkan diri sebagai daerah yang serius membangun sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan.***

 

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *