JATIUWUNG – Di balik hiruk-pikuk kawasan urban, Jatiuwung menyimpan jejak sejarah yang jarang diketahui banyak orang. Nama yang kini akrab di telinga warga Kota Tangerang ini ternyata lahir dari kisah panjang tentang alam, kekuasaan lokal, dan tokoh-tokoh besar yang pernah mewarnai perjalanan daerah tersebut.
Membincangkan sejarah Kota Tangerang tak bisa dilepaskan dari kawasan yang kini dikenal sebagai Jatiuwung. Awal kisah penyebutan Jatiuwung mengacu pada sebuah wilayah yang dahulu dipenuhi pohon jati dan menjadi tempat bermukimnya para “uwung”, sebutan bagi penguasa lokal pada masanya.
Sejarawan Burhanudin, dalam bukunya “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang”, mengungkapkan bahwa nama Kampung Jatiuwung berasal dari gabungan kata “jati” dan “uwung”. Istilah tersebut menggambarkan sebuah kampung yang memiliki karakteristik tumbuhnya pohon jati (tectona grandis) sekaligus menjadi tempat tinggal para pejabat lokal, bahkan sejak era kolonial.
“Asal usul nama Jatiuwung disebabkan daerah ini banyak dihuni tokoh-tokoh besar seperti K.H Ahmad Sairun yang pernah menjadi Bupati Tangerang (Patih) pada zaman kolonial menuju zaman republik. Tidak hanya penguasa, daerah ini dihuni banyak kiai dan ulama juga seperti K.H Barmawi yang terkenal sejak dulu kala,” tulis Burhanudin.
Catatan tersebut menegaskan bahwa Jatiuwung bukan sekadar kawasan permukiman biasa. Wilayah ini sejak dahulu menjadi pusat aktivitas tokoh agama dan pemimpin lokal yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Tangerang.
Hingga kini, nama Jatiuwung tetap hidup sebagai penanda sejarah yang merekam pertemuan antara kekayaan alam dan peran penting para tokoh di masa lampau. Sebuah jejak sejarah yang tersembunyi di balik geliat modernisasi Kota Tangerang, namun menyimpan kisah besar tentang identitas dan akar budaya daerah.***










