Pemerintahan

Pemkot Serang Revitalisasi Alun-alun Kota Serang dengan Anggaran Rp48,5 Miliar

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya mempercantik wajah ibu kota Provinsi Banten. Pada tahun anggaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang akan memfokuskan program revitalisasi kawasan Alun-alun Kota Serang. Proyek tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026.

Kepala Dinas PUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, menjelaskan bahwa revitalisasi alun-alun merupakan program mandatori. Pihaknya telah melakukan komunikasi dan kolaborasi intensif dengan organisasi perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Koordinasi ini dilakukan untuk memetakan batas kewenangan pengelolaan aset di dalam kawasan alun-alun,” katanya Senin 5 Januari 2026.

Iwan memastikan proses perencanaan teknis saat ini sedang dimatangkan. Pemerintah Kota Serang menargetkan lelang fisik pekerjaan dapat dimulai pada Maret 2026, setelah proses lelang konsultan pengawasan rampung.

“Maret baru lelang. Sebetulnya menunggu proses perencanaan dilelangnya. Setelah penandatanganan kontrak harus masuk (kerja). Penyelesaiannya harus 2026 di bulan Desember,” ujar Iwan menjelaskan tahapan pekerjaan.

Ia menyebutkan waktu pelaksanaan pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar delapan bulan. Durasi tersebut dinilai cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan penataan kawasan.

Dikatakan Iwan, anggaran yang disiapkan untuk revitalisasi ini mencapai Rp48,5 miliar yang bersumber dari APBD Kota Serang.

Dari sisi desain, Iwan mengungkapkan Alun-alun Kota Serang akan memiliki wajah baru yang lebih ikonik. Monumen perjuangan yang ada saat ini akan diperbaiki dan dikemas ulang dengan mengangkat identitas budaya lokal. Ornamen Golok khas Serang direncanakan menjadi elemen utama dalam konsep lansekap kawasan.

“Monumen perjuangan akan diperbaiki, akan dikemas supaya menjadi ikon Kota Serang. Kalau hasil perencanaan kemarin dari LH (Lingkungan Hidup) itu ada kecenderungan Golok punya Serang dengan ornamennya,” tuturnya.

Selain penataan estetika, revitalisasi juga menyentuh fungsi fasilitas olahraga. Berdasarkan masukan Dinas Pemuda dan Olahraga, lapangan tenis di kawasan alun-alun akan tetap dipertahankan. Sementara itu, fasilitas Gelanggang Olahraga (GOR) bulu tangkis direncanakan dipindahkan ke kawasan Stadion Maulana Yusuf.

Revitalisasi Alun-alun Kota Serang juga akan terintegrasi dengan penataan kawasan di sekitarnya, mulai dari Jalan Diponegoro, Jalan Juhdi, hingga kawasan pusat perbelanjaan Royal. Integrasi ini ditujukan untuk menciptakan konektivitas kawasan pusat kota yang lebih rapi dan ramah bagi pejalan kaki.

Selama proses pembangunan berlangsung, Dinas PUPR akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Langkah tersebut diambil guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di ruas jalan utama sekitar alun-alun akibat aktivitas konstruksi. ***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *