Meski Belum Fit, Budi Rustandi Turun ke Banten Lama: Sungai 15 Meter Kini Tinggal 1 Meter, Banjir Jadi Alarm Bahaya
KOTA SERANG — Meski kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih, Wali Kota Serang Budi Rustandi tetap turun langsung meninjau lokasi banjir di kawasan Banten Lama. Ia menyusuri sejumlah titik rawan, mulai dari Kampung Sukajaya hingga Komplek Banten Lama, untuk memastikan penyebab banjir tahunan yang terus berulang.
Hasil inspeksi di lapangan mengungkap fakta mencengangkan. Sungai yang seharusnya memiliki lebar sekitar 15 meter kini menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar 1 meter.
Penyempitan itu disebabkan bangunan liar yang menghimpit bantaran sungai, sehingga aliran air kehilangan fungsi alaminya dan berubah layaknya drainase kecil.
"Kita melihat dan teman-teman juga melihat di mana kali yang aslinya luas lebar 15 meter lama-lama ujung-ujungnya menjadi 1 meter. Ini yang enggak enggak bagus nih. Di sini ada oknum warga melakukan pelanggaran tata ruang terkait alih fungsi sungai. Ini yang bahaya," ucap Budi.
Nada kesal tak bisa disembunyikan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pemicu utama banjir setiap kali hujan deras mengguyur, hingga merendam permukiman warga dan kawasan wisata religi.
"Coba bayangkan, dari kali menjadi drainase. Bagaimana tidak banjir? Ini kelewatan banget," tandasnya.
Merespons temuan itu, Pemerintah Kota Serang mengambil langkah tegas. Camat Kasemen, lurah, serta dinas terkait diperintahkan segera mendata seluruh bangunan yang melanggar garis sempadan sungai.
Penertiban dijadwalkan mulai pekan depan dengan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten.