KOTA SERANG — Hujan yang mengguyur sepanjang malam tak menyurutkan langkah para peziarah menuju Masjid Agung Banten. Hingga pagi hari, kawasan masjid bersejarah di Kota Serang itu masih terlihat tergenang air dengan kedalaman mencapai semata kaki orang dewasa, bahkan mengelilingi seluruh pelataran masjid.
Meski kondisi tersebut cukup menyulitkan, antusiasme peziarah justru tetap terjaga. Mereka datang silih berganti untuk menjalankan wisata religi, sekaligus mendoakan Sultan Maulana Hasanuddin Banten beserta para alim ulama sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
Suasana khidmat tampak jelas di area pemakaman Sultan Maulana Hasanuddin. Berbagai kalangan masyarakat, mulai dari ibu-bapak hingga pemuda dan pemudi, larut dalam lantunan dzikir dan tasbih yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan, meski dikelilingi genangan air.
Di tengah situasi tersebut, Wali Kota Serang Budi Rustandi turut hadir melakukan kunjungan dan monitoring langsung terhadap kondisi di lokasi. Dari hasil peninjauannya, Budi menyadari adanya banyak perubahan tata ruang di sekitar kawasan masjid, terutama akibat penyempitan bangunan serta sedimentasi di bantaran sungai.
Saat ini, langkah-langkah penanganan tengah dievaluasi untuk mengatasi persoalan tersebut. Upaya ini dilakukan demi memastikan kenyamanan dan keamanan para pengunjung, sekaligus menjaga kelestarian salah satu situs bersejarah dan religi paling ikonik di Kota Serang. (HS/RED)***










