Sukamulya, 1 Januari 2026 – Memasuki musim penghujan, Puskesmas Sukamulya, Kabupaten Tangerang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Berdasarkan data tahun 2025, tercatat adanya tren kenaikan kasus DBD, dengan 19 kasus terlapor pada bulan Desember 2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Kepala Puskesmas Sukamulya, drg. Eko Hartati, MARS.
Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan, salah satunya dengan memberdayakan dan mengoptimalkan peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di wilayah kerja Puskesmas Sukamulya.
drg. Eko Hartati menegaskan pentingnya peran kader Jumantik dalam memantau dan memberantas jentik nyamuk, khususnya nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang menjadi vektor penularan virus DBD. Hal ini dinilai penting mengingat masih terdapat masyarakat yang belum memahami bahaya nyamuk penyebab DBD.
“Jangan berhenti memantau perkembangan jentik di sekitar lingkungan kita. Awasi dan basmi sejak dini,” tegas drg. Eko Hartati.
Menurutnya, pengendalian jentik yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan oleh kader Jumantik, dengan dukungan masyarakat, diyakini mampu menekan bahkan mencegah peningkatan kasus DBD di Kecamatan Sukamulya.
Selain peran kader, drg. Eko Hartati juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan melalui penerapan perilaku 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Pencegahan sejak awal dengan 3M merupakan langkah yang mudah dan efektif untuk menekan angka kasus DBD,” tambahnya.
Ia juga mengimbau agar setiap keluarga turut menjadi Jumantik di rumah masing-masing, serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Dukungan ketua RT dan RW melalui kegiatan gotong royong dan kerja bakti dinilai sangat membantu dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas jentik.
“Terima kasih kepada para kepala desa yang telah mendorong kegiatan kerja bakti di setiap RT dan RW. Dengan penerapan 3M dan keberadaan kader Jumantik di setiap rumah, Insya Allah kasus DBD dapat ditekan,” ujar drg. Eko Hartati.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Kecamatan Sukamulya merupakan wilayah yang cukup rawan DBD, terutama saat musim penghujan. Dengan delapan desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sukamulya, yaitu Desa Sukamulya, Benda, Bunar, Kubang, Kaliasin, Parahu, Merak, dan Buniayu, diperlukan upaya ekstra dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Keseriusan dalam menekan angka kasus DBD harus terus dilakukan secara bersama-sama. Keterlibatan dan kesadaran masyarakat sangat kami harapkan,” tutupnya. ***










