Kota Serang

Banjir Berulang di Bumi Agung Permai, Wali Kota Serang Murka ke BPJT

KOTA SERANG — Komplek Bumi Agung Permai (BAP), Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, kembali terendam banjir. Penyebabnya tak jauh berbeda dari sebelumnya, yakni tersumbatnya gorong-gorong yang terhubung ke ruas Tol Tangerang–Merak akibat sedimentasi lumpur, tanah, batu, dan pasir yang menghambat aliran air.

Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari Wali Kota Serang, Budi Rustandi, yang turun langsung meninjau lokasi banjir. Di hadapan warga dan jajaran terkait, Budi meluapkan kekesalannya kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang dinilai abai dan tidak kooperatif dalam menangani persoalan krusial tersebut.

Menurut Budi, Pemerintah Kota Serang sejatinya telah mengirimkan dua surat resmi kepada BPJT sejak April 2025. Surat tersebut berisi permintaan perbaikan gorong-gorong di bawah jalan tol yang dinilai terlalu kecil dan menjadi biang tersendatnya aliran air. Namun hingga kini, tak satu pun surat itu mendapat respons.

“Saya sangat geram kepada BPJT. Dari bulan April surat saya tidak pernah dibalas. Pokoknya Senin saya tunggu,” tegas Budi saat berada di lokasi peninjauan pada Jumat (2/1).

Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya jika persoalan ini terus dibiarkan. Menurutnya, bukan tidak mungkin pemerintah pusat justru menyalahkan kepala daerah, padahal kewenangan perbaikan gorong-gorong di ruas tol sepenuhnya berada di tangan BPJT.

Di tengah kekecewaan tersebut, Budi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten yang dinilai bergerak cepat mengambil langkah darurat. Pemprov Banten menginstruksikan pembangunan sodetan atau saluran pengelak sementara untuk mengurangi genangan air di kawasan terdampak.

Proyek darurat tersebut, lanjut Budi, mencakup pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 500 meter. Saluran itu dirancang untuk mengalirkan air yang tertahan menuju embung atau area penampungan di kawasan Paburan.

Budi pun memuji langkah taktis Pemprov Banten yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret tanpa harus menunggu proses birokrasi yang berlarut-larut.

“Kolaborasi antara Pemkot Serang dan Pemprov Banten diharapkan mampu meredam potensi banjir susulan dalam waktu dekat,” ungkapnya. (HS/RED)***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *