Kota Tangerang — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat langkah mitigasi banjir memasuki puncak musim penghujan akhir tahun yang diprediksi disertai intensitas hujan tinggi. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah peremajaan ribuan karung pasir di sepanjang bantaran Kali Ledug, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi luapan air seiring meningkatnya debit Kali Ledug. Karung-karung pasir lama yang dinilai sudah mengalami penurunan fungsi diganti dengan karung pasir baru yang lebih kokoh, sehingga diharapkan mampu menahan aliran air secara lebih optimal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa peremajaan ini menjadi bagian penting dari upaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir di penghujung tahun.
”Kami memastikan upaya mitigasi banjir dapat terus digencarkan terutama akhir tahun ini yang diprediksi dipenuhi intensitas hujan yang tinggi. Ada ribuan karung kisdam baru yang mulai ditempatkan di bantaran Kali Ledug Periuk menggantian karung-karung lama yang sudah mengalami penurunan fungsi yang riskan menimbulkan rembesan sampai luapan air,” ujar Taufik, Senin (29/12/25).
Ia menambahkan, Pemkot Tangerang menargetkan proses peremajaan kisdam di sepanjang Kali Ledug Periuk dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Bersamaan dengan itu, intensitas normalisasi sungai juga ditingkatkan untuk memastikan aliran air tetap lancar tanpa hambatan sampah maupun sedimentasi lumpur.
”Kami akan mengawal penuh peremajaan kisdam ini bisa dituntaskan dalam hitungan hari ke depan sehingga bisa dioptimalkan untuk menahan risiko genangan dan luapan air ke kawasan pemukiman seperti Perumahan Garden City, Gebang Raya, Periuk, yang letaknya persis berdampingan dengan tanggul,” tambahnya.
Selain penguatan infrastruktur, Pemkot Tangerang juga mengajak peran aktif masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat sarana pengendali banjir, termasuk saluran air di lingkungan masing-masing. Kolaborasi antara pemerintah dan warga diharapkan mampu meminimalkan risiko banjir di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi.***










