Kesehatan

Stres Berkepanjangan, Penyebab Generasi Muda Alami Burnout

Serang — Fenomena burnout atau kelelahan mental dan emosional kian banyak dialami generasi muda. Tekanan hidup yang datang secara terus-menerus, baik dari tuntutan pendidikan, pekerjaan, hingga ekspektasi sosial, dinilai menjadi pemicu utama kondisi stres berkepanjangan yang berujung pada burnout.

Dalam beberapa tahun terakhir, generasi muda dihadapkan pada ritme kehidupan yang serba cepat. Target akademik, persaingan dunia kerja, tuntutan produktivitas tinggi, serta paparan media sosial yang intens membuat banyak anak muda merasa harus selalu tampil sempurna. Kondisi ini tanpa disadari menimbulkan tekanan psikologis yang terus menumpuk.

Burnout ditandai dengan rasa lelah yang berkepanjangan, hilangnya motivasi, sulit berkonsentrasi, hingga munculnya sikap sinis terhadap pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berdampak pada penurunan kesehatan mental, performa kerja, serta kualitas hidup secara keseluruhan.

Pakar kesehatan mental menilai, kurangnya keseimbangan antara tuntutan dan waktu istirahat menjadi salah satu faktor utama. Banyak generasi muda yang terbiasa bekerja atau belajar tanpa jeda, mengabaikan kebutuhan diri untuk beristirahat dan memulihkan kondisi mental.

Selain itu, ketidakpastian masa depan, tekanan ekonomi, serta perbandingan sosial di dunia digital turut memperparah stres yang dialami. Media sosial kerap menampilkan standar kesuksesan yang tidak realistis, sehingga memicu rasa cemas dan perasaan tidak pernah cukup.

Menghadapi kondisi tersebut, penting bagi generasi muda untuk mulai mengenali batas kemampuan diri, mengatur waktu dengan lebih sehat, serta berani mencari bantuan profesional ketika diperlukan. Dukungan dari keluarga, lingkungan kerja, dan institusi pendidikan juga dinilai krusial dalam menciptakan ruang yang lebih ramah terhadap kesehatan mental.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, diharapkan generasi muda dapat terhindar dari burnout berkepanjangan dan mampu menjalani kehidupan yang lebih seimbang, produktif, serta bermakna.***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *