Cikupa, 23 Desember 2025 – Meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah campak yang menjadi perhatian serius di Kabupaten Tangerang sekaligus menekan angka stunting, Puskesmas Cikupa menyelenggarakan kegiatan terpadu Kelas Ibu Hamil dan Penyuluhan Penyakit Campak. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Budimulya, Selasa (23/12/2025), dan diikuti dengan antusias oleh 25 ibu hamil.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan narasumber dari tenaga kesehatan langsung. Kelas Ibu Hamil dipandu oleh dr. Belinda dari Puskesmas Cikupa, sementara materi penyuluhan penyakit campak disampaikan oleh Bapak Nur Ismail, dengan dukungan penuh kader kesehatan setempat.
Rangkaian Kegiatan Interaktif
Kegiatan dirancang untuk tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun interaksi. Rangkaian acara meliputi:
Penyuluhan Intensif tentang Campak: Nur Ismail memaparkan data terkini penyebaran campak di wilayah Kabupaten Tangerang, dilengkapi dengan gejala, cara penularan, dan komplikasi yang dapat berakibat fatal seperti pneumonia dan ensefalitis. Poin utama yang ditekankan adalah pentingnya imunisasi Measles Rubella (MR) sebagai langkah proteksi utama.
Edukasi Komprehensif Kehamilan: dr. Belinda memberikan materi seputar perawatan kehamilan, persiapan persalinan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif, dan perawatan bayi baru lahir. Fokus juga diberikan pada pemenuhan gizi ibu hamil untuk mencegah stunting.
Sesi Dialog dan Tanya Jawab: Para ibu hamil diberikan kesempatan terbuka untuk berkonsultasi langsung mengenai kondisi kehamilan mereka dan kekhawatiran tentang penularan penyakit.
Pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan): Sebagai bentuk intervensi gizi spesifik, setiap peserta menerima paket makanan tambahan bergizi tinggi untuk mendukung kesehatan ibu dan janin.
Dasar Pelaksanaan dan Manfaat Strategis
Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Kesehatan RI. Kelas Ibu Hamil merupakan implementasi dari program kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Manfaatnya adalah membekali ibu dengan pengetahuan untuk menjalani kehamilan sehat, persalinan aman, dan pola asuh yang optimal, termasuk pemberian imunisasi dasar lengkap kepada bayi.
Penyuluhan Campak merupakan respons cepat terhadap adanya peningkatan kasus (Kejadian Luar Biasa/KLB) di beberapa wilayah. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi, mengedukasi tentang deteksi dini, dan membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna memutus rantai penularan.
Antusiasme Peserta dan Komitmen Kader
Kegiatan ini menuai tanggapan positif dari seluruh pihak yang terlibat. Nur Ismail, sebagai penyuluh, menyatakan, “Edukasi seperti ini adalah benteng pertama. Dengan pemahaman yang benar, para ibu bisa menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungannya untuk mendorong imunisasi dan mencegah penyebaran campak.”
Salah satu peserta, Siti Aisyah, ibu hamil anak pertama, mengaku sangat terbantu. “Saya jadi tahu bahwa mencegah campak itu harus sejak anak masih dalam kandungan dengan ibu menjaga kesehatan, lalu dilanjutkan dengan imunisasi setelah lahir. Penjelasan tentang gizi selama hamil juga sangat jelas,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari kader kesehatan desa. Ibu Kimah, salah satu kader, menegaskan komitmen pendampingan. “Kehadiran dokter dan penyuluh dari puskesmas sangat memotivasi kami, kader. Informasi yang kami dapatkan hari ini akan kami teruskan melalui kunjungan rumah (door to door) untuk menjangkau lebih banyak lagi warga, terutama yang memiliki balita dan ibu hamil,” tuturnya.
Kepala Puskesmas Cikupa, melalui dr. Belinda, menyampaikan bahwa kegiatan terpadu seperti ini akan terus digencarkan di desa-desa lain se-Kecamatan Cikupa. Langkah ini diambil sebagai bentuk percepatan pencapaian target penurunan stunting dan pencegahan wabah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Dengan pendekatan grassroots yang melibatkan langsung kader desa, diharapkan pesan kesehatan dapat tersampaikan lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di tingkat desa. ***










