Ikuti Kami
⚡ Web

BNPB dan Tim Gabungan Terus Lakukan Operasi SAR dan Pemulihan Pasca Bencana

Penulis
Senin, 22 Desember 2025 | 13:34 WIB

Banda Aceh, 20 Desember 2025 – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan Basarnas, TNI-Polri, dan relawan masih terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) secara terbatas namun optimal pascabencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar) dan Aceh.

Upaya itu sebagai komitmen Pemerintah agar tidak ada korban tertinggal akibat bencana tersebut. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Pusat Informasi dan Media Center yang disediakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI di Banda Aceh, Sabtu (20/12/2025) mengungkapkan operasi SAR di Provinsi Aceh dilaksanakan di enam kabupaten, sementara di Sumut dilakukan di empat sektor dan di Sumbar lima sektor.

“Untuk Aceh, operasi SAR masih dioptimalkan di enam kabupaten guna memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di kawasan permukiman maupun wilayah terdampak,” ungkapnya.

Selain pencarian, proses identifikasi korban juga terus diintensifkan. Menurut Abdul Muhari, identifikasi by name by address menjadi penting untuk memastikan pemenuhan hak-hak ahli waris, termasuk yang berkaitan dengan hunian sementara dan hunian tetap.

BNPB juga kembali memutakhirkan data situasi dan penanganan pascabencana banjir dan longsor tersebut. Hingga Jumat, 20 Desember, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.090 jiwa. Jumlah tersebut bertambah 19 korban dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencatat 1.071 korban meninggal dunia.

“Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa yang mendalam atas seluruh korban. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ujar Abdul Muhari.

Sementara itu, data korban hilang berdasarkan rekapitulasi tiga posko tercatat bertambah satu orang. Data tersebut masih bersifat dinamis karena terus diperbarui dari tingkat kelurahan hingga RT, RW, dusun, kampung, dan gampong.

Jumlah pengungsi per hari ini tercatat sebanyak 510.528 jiwa, atau berkurang sekitar 16 ribu orang. Penurunan ini terjadi karena sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan area terdampak. Meski demikian, kebutuhan permakanan pengungsi masih dipenuhi melalui dapur umum.

Penulis
Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Pengumpulan ZIS di Pemkot Serang Hanya Sasarkan ASN

Senin, 19 Januari 2026 | 20:06 WIB
↑ Kembali ke atas