TANGERANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang kian mematangkan persiapan menyusul penetapan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya potensi bencana, khususnya banjir, di tengah puncak musim penghujan yang diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiagakan pembentukan Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) beserta relawan untuk mendukung proses penanganan dan evakuasi apabila terjadi bencana di wilayah Kota Tangerang.
“Kami terus menyiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di Kota Tangerang. Saat ini, PMI Kota Tangerang mulai menyiagakan posko dan relawan bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu penanganan di lapangan, terutama di sejumlah wilayah rawan banjir seperti di sekitar Kali Angke, Kali Ledug, Kali Sabi, sampai Sungai Cisadane,” ujar Oman, Kamis (18/12/25).
Tak hanya mengandalkan kesiapan personel, PMI Kota Tangerang juga memastikan seluruh unit armada evakuasi bencana dan kegawatdaruratan berada dalam kondisi siap pakai. Berbagai sarana penunjang telah disiapkan, mulai dari perahu karet, mobil ambulans, perlengkapan vertical rescue, hingga peralatan penanganan layanan kesehatan.
“Kami juga terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelayanan kegawatdaruratan sampai kemanusiaan dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terkoordinir selama musim penghujan yang diprediksi masih akan berlangsung sampai Maret nanti,” tambahnya.
Lebih lanjut, PMI Kota Tangerang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinergi yang telah berjalan. Dengan kolaborasi yang kuat, kesiapsiagaan bencana dan penanganan kegawatdaruratan di Kota Tangerang diharapkan dapat berjalan maksimal demi keselamatan bersama.***










