Kota TangerangPemerintahan

Bongkar Rantai TBC 2025: Transformasi Layanan Kesehatan Kota Tangerang Menyentuh Hingga Akar Rumput

Tangerang — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus bergerak agresif dalam memerangi Tuberkulosis (TBC). Sepanjang tahun 2025, transformasi layanan kesehatan dijalankan secara komprehensif oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, sekaligus memperkuat peran fasilitas kesehatan dan masyarakat.

Upaya ini bukan sekadar program rutin. Berbagai inovasi diterapkan untuk memastikan penanggulangan TBC dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari deteksi dini hingga pendampingan pasien secara berkelanjutan.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, Provinsi Banten, dr. Dini Anggraeni, menegaskan bahwa transformasi layanan dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan teknologi dan penguatan peran masyarakat.

”Transformasi layanan ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dri skrining masih berbagai teknologi, penguatan layanan di fasilitas kesehatan, hingga pemberdayaan kader dan masyarakat,” tutur dr. Dini Anggraeni, Selasa (16/12/25).

Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan Kota Tangerang menjalankan beragam program strategis penanggulangan TBC. Mulai dari skrining masif menggunakan aplikasi RANSELTBC, skrining terpadu dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), mobile VCT HIV, dan layanan gizi, hingga pemanfaatan X-Ray portable untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Penemuan kasus dilakukan secara aktif di seluruh puskesmas, klinik mitra BPJS Kesehatan, dan rumah sakit. Di sisi layanan, Dinkes juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan melalui konsultasi spesialis, coaching pelayanan TBC, hingga workshop pemeriksaan laboratorium dan inisiasi layanan TBC resisten obat.

Tak hanya itu, dukungan kepada pasien menjadi perhatian utama. Pemberian makanan tambahan bagi pasien TBC sensitif maupun resisten obat, pemeliharaan alat laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM), serta penelusuran kasus TBC loss to follow up terus dilakukan secara berkesinambungan.

Peran masyarakat juga diperkuat melalui kader ASMARA TBC yang terlibat dalam pendampingan skrining, investigasi kontak, pemantauan minum obat, hingga pemberian terapi pencegahan TBC. Program edukasi pun menyasar berbagai lapisan, mulai dari lomba bertutur tematik TBC bagi siswa SMP, lomba Ranking 1 bagi kader, sosialisasi di tingkat kecamatan, hingga workshop Kelurahan Siaga TBC di 104 kelurahan.

Sebagai bentuk penguatan kampanye publik, Pemkot Tangerang juga menggelar peringatan Hari TBC Sedunia tingkat kota, menyediakan poster dan buku saku kader, serta melaksanakan terapi pencegahan TBC massal di lembaga pemasyarakatan.

Melalui transformasi layanan TBC yang komprehensif dan berkelanjutan ini, Pemerintah Kota Tangerang optimistis dapat mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, dan mewujudkan target eliminasi TBC dengan dukungan penuh seluruh elemen masyarakat.***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *