Kota Serang

Wali Kota Turun Langsung Mengaji di Sekolah, Masih Ada 899 Siswa Belum Lancar Baca Al-Qur’an

SERANGKOTA – Komitmen Pemerintah Kota Serang dalam memperkuat akhlak dan ketakwaan generasi muda kembali ditegaskan. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyatakan Program Serang Mengaji kini wajib dilaksanakan di seluruh satuan pendidikan tingkat SD dan SMP sebagai fondasi pembentukan karakter pelajar.

Penegasan itu disampaikan saat Wali Kota Serang meninjau langsung pelaksanaan kegiatan mengaji di SMP Negeri 1 Kota Serang. Tak sekadar memantau, Budi Rustandi turut duduk bersama siswa dan ikut mengaji, memberikan pesan kuat bahwa program ini bukan sekadar kebijakan administratif.

“Mengaji itu melindungi diri, mengingatkan kita kepada Allah, dan menjauhkan dari perbuatan yang tidak baik. Ini penting untuk meningkatkan akhlak dan ketakwaan anak-anak kita,” ujar Budi Rustandi.

Berdasarkan hasil evaluasi Program Serang Mengaji, Budi mengungkapkan bahwa dari sekitar 6.800 siswa SMP yang sudah bisa membaca Al-Qur’an, masih terdapat 899 siswa yang belum mampu membaca. Padahal, dalam dua bulan terakhir, 780 siswa telah berhasil dibina. Data tersebut menjadi tantangan serius yang harus diselesaikan secara kolaboratif.

Untuk mempercepat pencapaian target, Pemkot Serang menggandeng Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) tanpa menggunakan anggaran APBD. Seluruh mushaf Al-Qur’an, relawan, hingga tenaga pengajar disediakan oleh BWA sebagai bagian dari amal jariyah dan sinergi bersama.

“Kita siapkan guru ngaji, ada pendampingan khusus, bahkan nanti konsepnya seperti les privat atau ruang guru Al-Qur’an, bisa online maupun tatap muka. Tidak boleh ada alasan siswa tidak bisa belajar membaca Al-Qur’an,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri, menjelaskan bahwa Program Serang Mengaji merupakan turunan dari konsep besar Kota Serang Mengaji dengan dua skema utama, yakni Magrib Mengaji yang dikoordinasikan Bagian Kesra dan Sekolah Mengaji di satuan pendidikan.

“Target utama kami adalah memastikan seluruh siswa SMP, khususnya kelas 9, sudah bisa membaca Al-Qur’an saat lulus. Saat ini jumlah siswa kelas 9 se-Kota Serang sekitar 7.850 orang, dan sisa 899 siswa yang masih dibina menjadi fokus utama,” jelas Ahmad Nuri.

Ia menambahkan, kegiatan mengaji dilakukan setiap hari sebelum pembelajaran dimulai sebagai pembiasaan. Siswa membaca minimal sembilan ayat Al-Qur’an secara berkelanjutan untuk melatih kelancaran, tajwid, dan makharijul huruf.

Bagi siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an, Dindikbud akan mengoptimalkan kolaborasi guru agama, relawan Qurani, ulama, dan kiai, termasuk membuka layanan pembinaan intensif hingga siswa benar-benar lancar.

“Ini wajib dilaksanakan karena masuk dalam 13 program prioritas Wali Kota Serang. Nantinya akan diperkuat dengan payung hukum berupa keputusan atau peraturan wali kota,” ujarnya.***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *