Kota Tangerang

Cuaca Tak Menentu, DWP Kota Tangerang Bongkar Cara Cegah Influenza Lewat Edukasi Kesehatan

KOTA TANGERANG —Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat. Melalui pertemuan rutin bulanan yang digelar di Gedung Nyimas Melati, Senin (15/12/25), DWP Kota Tangerang mengangkat tema kesehatan dengan fokus pada edukasi pencegahan dan penanganan penyakit influenza.

Pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan. Kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah belakangan ini dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya kasus flu di masyarakat, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Situasi inilah yang mendorong DWP Kota Tangerang untuk menghadirkan edukasi kesehatan yang aplikatif dan relevan.

Ketua DWP Kota Tangerang, Yayat Sugiarti Herman, menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam menjalankan setiap aktivitas.

“Masalah kesehatan itu yang paling utama. Dengan kita sehat, semua kegiatan akan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membekali seluruh anggota DWP dengan pengetahuan yang dapat diterapkan langsung di lingkungan keluarga, khususnya dalam mencegah penularan influenza.

“Kami di sini ingin tahu bagaimana caranya untuk mengurangi atau menghindari terjadinya influenza kepada keluarga. Tadi sudah disampaikan, kita harus menjaga kesehatan, pola makan, olahraga dan istirahat yang cukup,” tambahnya.

Pertemuan ini semakin berbobot dengan kehadiran narasumber dr. Yurita Firdaus, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai influenza. Ia menjelaskan bahwa influenza memiliki beberapa tipe, yakni A, B, dan C, yang saat ini menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus penyakit di sejumlah rumah sakit.

“Dengan adanya edukasi ini, diharapkan anggota DWP dapat memahami perbedaan tersebut dan melakukan langkah pencegahan yang tepat untuk menghindari komplikasi lebih lanjut,” tambahnya.

Melalui kegiatan edukatif ini, DWP Kota Tangerang berharap dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat, dimulai dari lingkup keluarga sebagai benteng pertama pencegahan penyakit.***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *