Serang – Capaian penerimaan pajak daerah Kota Serang sepanjang tahun 2025 menunjukkan lonjakan yang mencuri perhatian. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Serang, W. Hari Pamungkas, memaparkan realisasi pajak yang sudah mendekati target bahkan sebelum tahun berakhir.
“Realisasi penerimaan telah mencapai 86,87 persen, atau sekitar Rp296 miliar,” ucapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Hari dalam sambutannya pada acara Malam Anugerah Pajak Daerah Kota Serang Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Aston, Rabu (10/12/2025).
Menurut Hari, capaian tersebut jauh melampaui perolehan tahun 2024 yang hanya mencapai Rp221 miliar selama satu tahun penuh. Ia menegaskan, lonjakan ini menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi sistem pembayaran pajak memberikan dampak besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hari menjelaskan, tren penggunaan sistem pembayaran pajak secara digital terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, transaksi digital baru mencapai 49 persen atau senilai Rp95,9 miliar. Angka tersebut melonjak di tahun 2024 menjadi 73 persen dengan nilai Rp162,9 miliar. Sementara pada tahun 2025 hingga November, transaksi digital kembali meningkat menjadi 74 persen dengan nilai Rp295 miliar dari total target Rp341 miliar.
Ia menilai, perkembangan ini menunjukkan bahwa wajib pajak di Kota Serang semakin familiar, nyaman, dan percaya menggunakan layanan digital dalam memenuhi kewajiban pajaknya.
Hari juga menegaskan, efektivitas digitalisasi terlihat jelas dari peningkatan PAD yang signifikan. Kenaikan PAD dari 2023 ke 2024 tercatat mencapai 13 persen atau sekitar Rp25 miliar. Bahkan, dari 2024 ke 2025, PAD Kota Serang melonjak tajam hingga 33,43 persen.
“Ini sejalan dengan hasil penelitian bahwa sistem Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) mampu meningkatkan penerimaan daerah secara signifikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hari menekankan bahwa kepatuhan wajib pajak menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, pajak yang dibayarkan masyarakat sepenuhnya dikembalikan untuk kepentingan publik, mulai dari pembangunan jalan dan jembatan, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan kebersihan serta penataan kota.
“Pemerintah Kota Serang berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat terus meningkat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berkualitas,” katanya.***










