Tangerang – Festival Budaya Kota Tangerang yang berlangsung sejak 5 hingga 7 Desember 2025 resmi ditutup dengan malam puncak yang spektakuler di Mall Metropolis Town Square. Ribuan pengunjung memadati lokasi, menyaksikan perayaan budaya yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menghadirkan makna kebersamaan dan kepedulian sosial.
Festival yang digagas Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini sukses menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk merayakan sekaligus menampilkan kekayaan budaya Kota Tangerang dan Nusantara. Mulai dari seni pertunjukan, pameran, hingga kompetisi budaya, seluruh rangkaian acara berjalan meriah dan penuh antusiasme.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Festival Budaya 2025 memberikan dampak signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner dan kerajinan lokal.
“Alhamdulillah, kami mencatat peningkatan transaksi para pelaku UMKM. Ini adalah bukti, sektor pariwisata dan kebudayaan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah,” jelasnya (8/12/25).
Tak hanya soal ekonomi, Boyke menambahkan bahwa Festival Budaya tahun ini juga memuat aksi solidaritas kemanusiaan bagi sesama.
“Dalam Festival Budaya ini pun, kami menggalang aksi solidaritas berupa donasi kemanusiaan, untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh,” ungkapnya.
“Alhamdulillah donasi dari Para Pegawai Pemkot Tangerang terkumpul dana sebesar Rp477 juta, dan BAZNAS Kota Tangerang pun hadir membuka stand donasi di lokasi Festival Budaya ini. Semoga ikhtiar kita ini dapat bermanfaat dan meringankan para korban bencana di Sumatera dan Aceh,” terangnya.
Puncak acara semakin semarak dengan penampilan tarian kolosal massal yang melibatkan ratusan penari. Pertunjukan tersebut menampilkan perpaduan gerakan tradisional Betawi dan silat yang dikemas dengan iringan musik etnik modern nan energik, memukau penonton hingga akhir acara.
Selain itu, malam penutupan juga menjadi momen penganugerahan bagi para pemenang berbagai kompetisi yang telah digelar sepanjang festival. Mulai dari lomba fashion kebaya, kompetisi tari tradisional, lomba barongsai, lomba gambang kromong, hingga pameran kuliner lokal terbaik turut mendapat apresiasi.
“Kami berharap momentum ini dapat terus kita jaga, dengan menjadikan acara seni budaya sebagai magnet utama,” ucap Boyke.***










