Kota Serang — Gelaran Seba Negeri Kota Serang 2025 berlangsung meriah dan penuh warna. Acara tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang ini menghadirkan beragam potensi lokal dari enam kecamatan, sekaligus menjadi momen penting silaturahmi masyarakat serta evaluasi pembangunan daerah.
Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian publik adalah pawai hasil bumi, di mana setiap kecamatan memamerkan produk unggulan mereka. Kecamatan Taktakan bahkan tampil unik dengan maskot berbentuk buah durian, ikon khas wilayah tersebut.
Acara besar ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Wali Kota Serang Budi Rustandi, Sekretaris Daerah Nanang Saefudin, Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman, dan unsur forkopimda. Kehadiran mereka disambut penampilan tarian tradisional yang menambah semarak suasana.
Dalam sambutannya, Wali Kota Budi Rustandi menegaskan pentingnya penyelenggaraan Seba Negeri sebagai ruang evaluasi dan penyampaian capaian pembangunan tahun 2025.
“Seba Negeri bukan hanya ruang silaturahmi, tetapi forum ekspos dan apresiasi atas capaian pembangunan di Kota Serang,” ujar Budi.
Ia juga menanggapi masukan terkait efisiensi anggaran yang sempat diusulkan Sekda dan Asda I. Meski demikian, Budi menegaskan bahwa acara ini akan tetap digelar tahun depan tanpa menggunakan APBD.
“Apa pun, kita pastikan tahun depan acara seperti ini tetap ada. Tidak harus pakai APBD,” tegasnya.
Budi menjelaskan bahwa pendanaan akan mengandalkan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai alternatif agar kegiatan tetap berjalan tanpa membebani anggaran daerah.
“Selagi Budi Rustandi menjadi Wali Kota, insya Allah kegiatan seperti ini tetap berjalan. Semua bisa dilaksanakan tanpa membebani APBD,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Daerah I Kota Serang, Subagyo, menegaskan bahwa Seba Negeri merupakan agenda rutin yang tidak hanya mengevaluasi program, tetapi juga memperkuat kedekatan pemerintah dengan masyarakat.
“Kita undang RT, RW, dan tokoh masyarakat sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam proses pembangunan,” jelasnya.***










