Kota SerangPemerintahan

Pemkot Serang Percepat Realisasi PSEL Cilowong Lewat Aglomerasi Pengelolaan Sampah

KOTA SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus mengakselerasi realisasi Program Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPSA Cilowong. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kerja sama regional melalui konsep aglomerasi pengelolaan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah memfinalisasi proses administrasi untuk kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota Cilegon. Langkah ini diambil guna memenuhi persyaratan teknis pemerintah pusat terkait volume sampah yang akan diolah.

Farach menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam percepatan proyek PSEL. Berdasarkan ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), fasilitas PSEL membutuhkan pasokan minimal 1.000 ton sampah per hari agar dapat beroperasi optimal.

Mengingat volume sampah harian Kota Serang belum memenuhi angka tersebut, dukungan pasokan dari Kabupaten Serang dan Kota Cilegon (Seragon) menjadi solusi integratif.

“Ini merupakan alur aglomerasi karena volume sampah Kota Serang belum mencapai 1.000 ton,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan sinergi bersama Kabupaten Serang serta Kota Cilegon,” jelas Farach.

Pemkot Serang menargetkan proses penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antar-tiga daerah dapat segera dirampungkan. Dokumen tersebut dijadwalkan untuk diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup paling lambat awal Desember 2025.

“Kami sedang memproses administrasinya. Target kami, dokumen dukungan ini dapat disampaikan ke Kementerian paling lambat tanggal 3 Desember,” tuturnya.

Proses kerja sama ini dikoordinasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten untuk memastikan keselarasan kebijakan antar-pemerintah daerah.

“Nantinya setelah MoU tiga daerah (Serang, Kabupaten Serang, Cilegon) selesai, hasilnya akan langsung kami sampaikan ke Kementerian LH dengan koordinasi dari Provinsi Banten,” pungkas Farach. ***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *