Kota Tangerang

Ratusan Siswa SD Dilatih Jadi “Dokter Kecil”, PMI Siapkan Generasi Penolong Sejak Dini

TANGERANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang kembali menghidupkan semangat kepedulian di kalangan pelajar dengan menyelenggarakan program pelatihan dokter kecil di sejumlah sekolah dasar (SD) pada 24–28 November 2025. Program ini langsung menarik antusias ratusan siswa yang ingin belajar kemampuan dasar pertolongan pertama.

Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang sebagai langkah nyata membekali anak-anak dengan keterampilan penyelamatan sederhana yang dapat digunakan kapan saja, terutama di lingkungan sekolah.

Selama pelatihan berlangsung, para siswa dibimbing untuk menguasai berbagai teknik dasar, mulai dari membalut luka, menangani patah tulang, mengatasi luka lecet, hingga melakukan evakuasi bagi teman yang pingsan. Semua materi dirancang agar mudah dipraktikkan oleh anak-anak.

“Kami menyelenggarakan program pelatihan ini bertujuan mengenalkan kemampuan dasar pertolongan pertama sejak dini. Bukan tanpa alasan, kemampuan pertolongan pertama bisa diimplementasikan untuk menangani insiden kecil yang bisa saja terjadi di lingkungan sekolah,” ujar Oman, Jumat (28/11/25).

Oman mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme luar biasa yang ditunjukkan para peserta. Program ini menjangkau beberapa sekolah, di antaranya SDN Bojong 1, SD Islam Yakmi, SDN Bojong 2, dan SDN Kunciran 7.

”Kami mengundang fasilitator sampai tenaga kesehatan dari Puskesmas Kunciran untuk memberikan materi agar anak-anak siap menghadapi kemungkinan yang terjadi di lingkungan sekolah. Alhamdulillah, anak-anak semuanya tampak puas dan sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan,” tambahnya.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, program dokter kecil ini diharapkan menjadi jembatan untuk menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini. PMI Kota Tangerang ingin para siswa tumbuh dengan kepekaan terhadap sesama.

”Kami ingin anak-anak yang ikut pelatihan termotivasi untuk peduli bahkan membantu teman-temanya yang sakit, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga masing-masing,” pungkas Oman.***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *