KOTA SERANG — Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dengan tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” berlangsung semarak di Kota Serang. Ucapan dan doa untuk para guru mengalir melalui status WhatsApp, flayer, hingga video dari murid, tenaga kependidikan, dan orang tua, tidak hanya di Kota Serang tetapi juga di seluruh Indonesia. Berbagai kegiatan pun digelar, termasuk talk show yang turut memeriahkan peringatan tersebut.
Usai melakukan monitoring dan senam bersama di SD Negeri 03, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia melanjutkan kunjungan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Posyandu Arwana di Jln. Singosari I No. 36 B, RT 6 Ciceri Permai.
Dalam kesempatan tersebut, Agis memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para guru di Kota Serang. Ia menegaskan bahwa Hari Guru bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingat bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.
“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi dedikasi guru yang berkolaborasi melahirkan SDM unggul di Kota Serang. Selamat Hari Guru, semoga para guru di Kota Serang sejahtera, sehat, dan insyaallah berkah selalu,” kata Agis.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Tetap semangat untuk berkolaborasi, untuk bekerjasama sama-sama menghasilkan SDM unggul di Kota Serang, sehingga Kota Serang dapat maju lagi,” ujarnya.
Agis berharap peringatan Hari Guru mampu memotivasi para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan mencetak generasi unggul.
“Pesan khusus semoga para guru di Kota Serang tetap semangat untuk berkolaborasi dan bekerjasama untuk menghasilkan SDM unggul di Kota Serang,” harapnya.
Ketua TP-PKK Kota Serang: Guru adalah Orang Tua Kedua
Ketua TP-PKK Kota Serang, Arfina Rustandi, juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh guru di Kota Serang dan Indonesia. Ia menyebut guru sebagai sosok yang mendedikasikan jiwa raga demi mencerdaskan generasi bangsa.
“Saya mengucapkan selamat Hari Guru Nasional kepada guru-guru di Kota Serang dan seluruh Indonesia atas dedikasinya dengan mereka mendidik anak-anak kita di sekolah,” katanya.
Arfina berharap para guru dapat menjadi orang tua kedua bagi anak-anak.
“Semoga guru-guru menjadi guru yang terbaik, mereka itu adalah orang tua kedua. Ketika saya tidak bisa memberitahu atau mengajari anak saya di rumah, saya serahkan kepada guru-guru di sekolah,” ujarnya.
Fasilitator PAUD: Guru Bukan Hanya Mengajar, Tapi Menjadi Filter Moral
Fasilitator Pendidikan Keluarga dan PAUD HI Dirjen PAUDNI Kemdikbud Ristek RI sekaligus Pelatih Ahli FSP PSP, Farida Ariyani Kangiden, M.Pd., CH., C.HL, menegaskan bahwa guru masa kini tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu.
“Guru hari ini bukan hanya menstranfer sebuah ilmu pengetahuan saja. Akan tetapi juga memberikan contoh dan/atau tuntunan moral,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa guru juga menjadi filter informasi bagi siswa.
“Tugas kita di PIAUD adalah mencetak pendidik yang mampu menanamkan iman, etika, dan kasih sayang. Karena, di usia dini, setiap sentuhan, lagu, dan cerita yang kita berikan adalah pondasi yang menentukan ketinggian masa depan bangsa,” ucapnya.
Farida juga menyoroti tantangan guru yang dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat, terutama dalam pemanfaatan teknologi, termasuk AI.
“Kita harus terus meng-upgrade diri, bukan hanya secara akademis, tetapi juga secara emosional, agar mampu memahami dan merangkul setiap keunikan murid. Ini adalah panggilan jiwa. Selamat Hari Guru,” ungkapnya.
Guru PAUD dan MDTA Sampaikan Doa untuk Para Pendidik
Guru PAUD, Wicka Dwi Utami, menyampaikan terima kasih atas perjuangan para guru dan mendoakan yang terbaik untuk para pendidik di seluruh Indonesia.
“Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan terus semangat mengupdate ilmu pengetahuan untuk murid-murid agar menjadikan murid-murid yang berkembang dengan optimal dan siap menghadapi perkembangan zaman secara sosial, emosional, dan keterampilan,” harapnya.
Sementara itu, guru MDTA Darul Ulum Taman Baru, Taktakan, Mahfudzoh, mengungkapkan bahwa guru merupakan panutan dan role model sejati.
“Nawaitu dan keikhlasan daripada bapak/ibu guru dalam mendidik dan mengajar diibaratkan bagaikan pahlawan yang tidak membutuhkan tanda jasa. Mereka tidak memiliki orientasi apapun,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan mendalam kepada seluruh guru.
“Terima kasih untuk seluruh guru yang telah berdedikasi mengajar dan mendidik. Semoga segala ilmu dan bimbingan yang telah diberikan dapat menjadi bekal berharga untuk masa depan kami. Terima kasih atas inspirasi yang tak pernah padam,” imbuhnya.
Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Kota Serang menjadi momentum penuh haru, apresiasi, dan refleksi atas peran penting guru dalam membangun masa depan bangsa. ***










