TIGARAKSA — Dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Resistensi Antimikroba Sedunia Tahun 2025, RSUD Tigaraksa mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema Kesadaran Resistensi Antimikroba pada Senin, 24 November 2025 pukul 09.00 WIB. Acara yang berlangsung di Ruang Tunggu Poliklinik ini menghadirkan narasumber Puji Lestari Heryadi, Apt, yang memberikan pemahaman menyeluruh mengenai ancaman resistensi antimikroba yang kini menjadi isu kesehatan global.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa resistensi antimikroba merupakan kondisi ketika obat tidak lagi efektif membunuh mikroba penyebab penyakit, sehingga pengobatan menjadi lebih sulit, lebih mahal, dan meningkatkan risiko komplikasi. Penyuluhan juga mengulas bahaya resistensi terhadap masyarakat serta berbagai penyebab terjadinya resistensi, termasuk penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan prinsip ABC + 4T, yaitu rangkaian langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mencegah resistensi antimikroba. Beberapa di antaranya adalah tidak membeli antibiotik tanpa resep dokter, menghabiskan obat sesuai aturan, tidak membuang sisa obat sembarangan, serta melaporkan penjualan antibiotik tanpa resep.
Sesi tanya jawab berlangsung sangat interaktif. Pasien dan keluarga pasien antusias mengajukan pertanyaan seputar penggunaan obat yang benar, seperti penanganan saat lupa minum obat dan keamanan membeli obat tertentu tanpa resep. Narasumber pun memberikan penjelasan yang mudah dipahami, termasuk informasi mengenai aturan interval waktu minum antibiotik serta perbedaan jenis obat berdasarkan logo pada kemasan.
Melalui kegiatan ini, RSUD Tigaraksa berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang tepat dan aman. Rumah sakit juga berkomitmen untuk terus menyediakan edukasi kesehatan yang berkualitas guna membantu menekan angka resistensi antimikroba serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan bijak dalam menggunakan obat. ***










