Serang – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan kunjungan ke Kota Serang untuk menjajaki kerja sama pembangunan zona ekonomi sirkular berbasis green economy. Program ini memanfaatkan 376 hektare lahan agrikultur yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Serang sebagai kawasan khusus.
Sekretaris Lakpesdam PBNU sekaligus Ketua Bapenas PBNU, Doktor Ufi Ulfiyah, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan membangun kolaborasi strategis dalam pengembangan ekonomi hijau.
“Tujuan kita ke Kota Serang adalah menjajaki kerja sama antara PBNU dan Pemerintah Kota Serang untuk membangun green economy circular,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat sekitar 400 hektare lahan agrikultur di Kota Serang, dan dari total tersebut, sekitar 376 hektare siap dikembangkan menjadi Economic Circular Zone atau zona ekonomi sirkular. Kawasan ini dirancang sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan produksi pupuk organik, pertanian, dan peternakan ayam.
Produksi pupuk organik nantinya akan memanfaatkan sampah pertanian seperti jerami serta limbah peternakan ayam. Teknologi pengolahan tersebut dikembangkan PBNU bersama para ahli dari Taiwan.
“Material pupuk yang kita butuhkan berasal dari sampah pertanian dan peternakan ayam, yang diolah dengan teknologi tertentu,” kata Ufi.
Ia menuturkan bahwa PBNU menargetkan kesepakatan kerja sama dengan Pemkot Serang dapat diselesaikan pada Januari mendatang. Pembahasan lanjutan mencakup kesepakatan teknis, skema profit and loss, serta manfaat langsung bagi masyarakat, terutama petani.
“Secara prinsip sudah disetujui. Tinggal dibicarakan bagaimana kerja sama ini memberikan manfaat untuk masyarakat Kota Serang,” ucapnya.
Zona ekonomi sirkular yang direncanakan bukan merupakan kota mandiri, melainkan kawasan terpadu yang memuat peternakan ayam, lahan pertanian, dan pabrik pupuk organik. Pabrik tersebut akan mengolah limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk produktif.
Ufi menyebutkan bahwa program ini sejalan dengan arah kebijakan nasional Presiden Prabowo yang mendorong pengolahan sampah menjadi energi atau produk bermanfaat.
“Secara teknologi semua possible. Yang dibutuhkan hanya komitmen,” tegasnya.
PBNU juga memastikan bahwa seluruh aktivitas di kawasan tersebut akan memanfaatkan tenaga kerja lokal.
“Semua akan menggunakan tenaga lokal karena prinsip kami adalah transfer knowledge,” tutur Ufi.
Terkait pemilihan lokasi, Ufi menjelaskan bahwa Kota Serang dianggap sesuai dengan prioritas pembangunan nasional serta kesiapan lahan yang telah dipetakan oleh Pemkot.
“Serang ini relevan dengan rencana nasional. Pemerintah pusat sudah menjadikannya fokus, dan Pemkot juga sudah punya kawasannya,” katanya. ***










