Stok Pangan Kabupaten Serang Aman Menjelang Akhir 2025, TPID Fokus Kendalikan Inflasi
Untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, Pemkab Serang bersama Bulog Sub Divre Serang juga akan menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah kecamatan, disesuaikan dengan potensi inflasi masing-masing wilayah.
"Kemudian dari Kemensos ada program namanya bantuan pangan dari Bapanas atau Badan Pangan Nasional. Bapanas itu penerimanya sesuai dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), penerima yang layak standar Kemensos. Ini akan digulirkan tahun ini," ujar Najib.
Ia menambahkan, kawasan wisata Pantai Anyer dan Cinangka menjadi perhatian khusus menjelang libur Natal dan Tahun Baru, terutama terkait ketersediaan stok pangan.
"Jadi untuk pastikan ketersediaan pangan aman, terjangkau dan kemudian harganya bisa wajar," tandasnya.
Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Serang, Febrian Ripera, mengatakan HLM TPID triwulan ketiga ini penting mengingat Kabupaten Serang mengalami tren deflasi dalam beberapa pekan terakhir.
"Kalau melihat target nasional itu 2,5 plus minus 1, dan kita masih kondisi aman karena tidak melebihi 3,5 persen. Kondisinya masih aman,” ujarnya.
Menurutnya, komoditas yang tengah menjadi tren kenaikan harga antara lain cabai merah, cabai rawit, cabai keriting, serta bawang merah. Tren tersebut tidak dapat dihindari karena Kabupaten Serang bukan daerah produsen cabai.
"Tapi kalau kita bukan produsen seperti komoditi jenis cabai merah dan keriting memang kita bukan yang produksinya tidak bisa berlebih, jadi selalu mengikuti harga-harga yang produsen itu mengambilnya dari mana. Contohnya mungkin dari tanah tinggi, dari pasar rau selalu kita mengikuti harga yang sudah diatur di pasar induknya,” terangnya.