KOTA TANGERANG – Gelaran akbar Festival Komunitas Informasi Masyarakat (KIM Fest) Nasional 2025 resmi berakhir dengan penuh kemeriahan. Ribuan anggota KIM dari berbagai daerah se-Indonesia berkumpul di Kota Tangerang dalam sebuah festival yang bukan hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga panggung kolaborasi besar antara komunitas informasi dan pemerintah.
Malam penutupan berlangsung spektakuler dengan Malam Anugerah Festival dan Kompetisi KIM, ditambah penampilan memukau dari Ndarboy Gank yang membuat suasana Alun-Alun Kota Tangerang semakin hangat dan penuh antusiasme.
Kesuksesan event nasional ini tidak luput dari perhatian pemerintah pusat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberikan apresiasi langsung atas penyelenggaraan yang dinilai sangat rapi, meriah, dan penuh manfaat.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan seluruh warganya atas sambutan yang hangat. Semoga KIM Festival 2025 membawa manfaat untuk kita semua,” ujar Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya. Ia juga menegaskan kembali pentingnya KIM sebagai jembatan informasi pemerintah kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, pun menekankan peran vital KIM bagi komunikasi publik pemerintah daerah.
“Dengan semangat Bersama Membangun Kota, Pemkot Tangerang terus mendorong partisipasi masyarakat. Inilah fondasi tumbuhnya KIM yang kini berjumlah 104 dan berkembang dengan fokus beragam, mulai dari seni budaya, UMKM, hingga pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemkomdigi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kota Tangerang sebagai tuan rumah gelaran berskala nasional ini.
“Kami berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi kreatif dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu momen yang paling membanggakan bagi warga Kota Tangerang adalah ketika KIM Gemas Implan dinobatkan sebagai KIM Terbaik Bidang Sosial Budaya (Pariwisata, Kesehatan, Lingkungan) dalam Malam Anugerah KIM 2025. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi dan kreativitas KIM lokal mampu bersaing secara nasional.
Dengan berakhirnya KIM Fest 2025, Kota Tangerang kembali menegaskan diri sebagai kota yang dinamis, kolaboratif, dan terus membuka ruang kreatif bagi masyarakatnya. Festival boleh berakhir, tetapi semangat kolaborasi—tampaknya—baru saja dimulai.***










