TANGERANG — Gaung inovasi komunikasi publik Kota Tangerang kembali menggema di tingkat nasional. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkat komitmen kuatnya dalam memperkuat ekosistem komunikasi publik serta pemberdayaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM).
Pengakuan ini disampaikan dalam gelaran KIMFest 2025 yang tahun ini berlangsung di Kota Tangerang, menjadikan kota tersebut pusat perhatian nasional.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan apresiasi saat meninjau langsung kegiatan KIMFest di Alun-alun Ahmad Yani. Ia menyebut peran KIM kini semakin strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digital.
“Pemkot Tangerang menunjukkan konsistensi dalam inovasi komunikasi publik. Sementara KIM adalah garda terdepan informasi. Mereka mengabarkan kegiatan desa, menjelaskan program pemerintah, membuat konten berbasis kearifan lokal, bahkan menjadi tempat masyarakat melakukan klarifikasi isu. Perannya sangat vital,” ujarnya.
Fifi juga menyoroti pentingnya literasi digital di tengah masifnya penggunaan internet di Indonesia. Ia menilai Kota Tangerang sebagai contoh daerah yang memiliki kesadaran tinggi dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.
“Informasi di WA Group jangan langsung dipercaya. Cek penulisnya, cek medianya. Kita semua harus menjadi pelurus informasi. Saat ini terdapat 3.555 KIM dari 31 provinsi yang telah tercatat di platform www.kim.id,” pungkasnya.
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, turut mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi tersebut. Ia menegaskan bahwa KIMFest bukan sekadar acara pameran, tetapi menjadi ruang vital bagi daerah-daerah di Indonesia untuk saling berbagi praktik terbaik dalam komunikasi publik.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi Komdigi terhadap berbagai inovasi Pemkot Tangerang. KIMFest ini bukan sekadar acara seremoni. Ini wadah untuk saling berbagi praktik baik, mempelajari kekuatan dan kelemahan masing-masing daerah, sehingga dapat memperkuat kualitas layanan publik,” ujarnya.