Rabu, 9 September 2026

Pemkot Tangerang Perkuat Tiga Pilar Ketahanan Pangan, Dorong Masyarakat Jadi Bagian dari Solusi

BAGIKAN:
Pemkot Tangerang Perkuat Tiga Pilar Ketahanan Pangan, Dorong...
0
Pemkot Tangerang Perkuat Tiga Pilar Ketahanan Pangan, Dorong Masyarakat Jadi Bagian dari Solusi

Tangerang, — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kemandirian dan keberlanjutan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi. Melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Pemkot Tangerang memperkuat program ketahanan pangan berkelanjutan yang berfokus pada tiga pilar utama: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.

Kepala DKP Kota Tangerang, Muhdorun, menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak sekadar memastikan bahan makanan tersedia, tetapi juga bagaimana pangan tersebut bisa diakses secara adil, bergizi, dan dimanfaatkan dengan bijak oleh seluruh masyarakat.

"Kami terus berupaya agar pangan di Kota Tangerang tidak hanya cukup secara jumlah, tapi juga bergizi, aman, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Muhdorun.

Ia menuturkan, ketiga pilar utama ketahanan pangan tersebut dijalankan melalui program-program berkelanjutan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Pilar pertama, ketersediaan pangan, diwujudkan lewat dorongan urban farming dan pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan warga. Program ini dilengkapi dengan pelatihan, pemberian bibit, serta alat pertanian sederhana agar masyarakat bisa menanam sayur, buah, hingga tanaman pangan di rumah masing-masing.

Sementara itu, pilar kedua yakni keterjangkauan pangan, diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau bazar “Gampang Sembako” yang rutin digelar di berbagai kecamatan.

"Keterjangkauan pangan diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau bazar 'Gampang Sembako' yang rutin digelar di berbagai kecamatan. Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat memiliki akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau," papar Muhdorun.

Adapun pilar ketiga, pemanfaatan pangan, dilakukan melalui kegiatan edukatif seperti jambore pangan, pelatihan pengolahan pangan lokal, dan kampanye anti mubazir yang menyasar masyarakat umum, pelajar, hingga pelaku usaha mikro.

Menurut Muhdorun, seluruh kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan daerah.

"Kami ingin masyarakat Kota Tangerang menjadi bagian dari solusi, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Urban farming dan kegiatan pangan murah adalah contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga stabilitas pangan,” jelasnya.***

Bupati Tangerang dan Pengembang Lippo Sepakati Normalisasi Kali Sabi di Binong
Artikel Selanjutnya

Bupati Tangerang dan Pengembang Lippo Sepakati Normalisasi Kali Sabi di Binong

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 5 November 2025, 17:26 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Lapas Bandanaira Perkuat Kesiapsiagaan Bencana bersama SAR dan PLN

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:38 WIB

Lapas Kelas IIA Serang Tutup Rangkaian Porsenap dengan Senam Bersama

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Perbaikan Jalan di Kota Serang: Sudahkah Menyentuh Kebutuhan Masyarakat?

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 11 Mei 2026 | 15:09 WIB

Rutan Marabahan Perkuat Komitmen Bersih Halinar Melalui Ikrar Bersama dan Razia Gabungan Bersama APH

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 8 Mei 2026 | 14:37 WIB

Tanggap Bencana: Bupati Arfak Langsung ke Lokasi Banjir-Longsor

Konten Redaksi Rabu, 6 Mei 2026 | 14:11 WIB

Kepala Rutan Manna Ikuti Assessment Kompetensi di Ditjenpas Jakarta

Konten Redaksi Sabtu, 2 Mei 2026 | 14:01 WIB