TANGERANG – Suasana Supermall Karawaci mendadak semarak. Ratusan pengunjung tampak memadati stan-stan berwarna cerah yang menampilkan beragam produk lokal unggulan. Dari batik khas Balaraja hingga tas anyaman dan peci awi, semua memancarkan kebanggaan atas karya tangan masyarakat Kabupaten Tangerang. Inilah Tangerang Expo 2025, ajang bergengsi yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), dalam rangka memperingati HUT ke-393 Kabupaten Tangerang, 16–19 Oktober 2025.
Membuka acara tersebut, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa Tangerang Expo bukan sekadar perayaan, melainkan simbol nyata semangat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Acara ini bukan hanya menjadi perayaan, tetapi juga ajang kebanggaan dan pembuktian bahwa semangat ekonomi kreatif dan kemandirian pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang terus tumbuh dan berkembang,” ujar Wabup Intan dalam sambutannya.
Ia menambahkan, ajang ini menjadi sarana penting dalam memperkenalkan karya pengrajin lokal, inovasi ekonomi kreatif, serta wujud sinergi yang solid antarinstansi.
“Tangerang Expo ini juga bukan sekadar pameran produk, tetapi wadah nyata sinergi antara pembinaan, pemberdayaan, dan promosi ekonomi masyarakat,” katanya.
Menurut Wabup Intan, Pemkab Tangerang memiliki visi besar untuk membangun masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing, dengan ekonomi yang kuat dan produktif. Dalam upaya itu, peran Dekranasda Kabupaten Tangerang dinilai sangat strategis untuk membina para pengrajin agar terus berinovasi dan menjaga kualitas produk.
Produk-produk lokal seperti Batik Balaraja, tas anyaman, dan peci awi kini mulai mendapat perhatian pasar nasional, hasil dari kolaborasi erat antara Dekranasda, Dinas Koperasi, dan pelaku UMKM.
“Kolaborasi Dekranasda dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro pun menjadi bukti nyata semangat satu arah, satu tujuan dalam membangun ekonomi rakyat,” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemkab Tangerang juga berkomitmen memperkuat kemitraan lintas sektor—dari pemerintah, dunia usaha, pendidikan, hingga komunitas kreatif—guna menciptakan ekosistem usaha mikro yang tangguh dan adaptif di tengah perkembangan ekonomi digital.
“Kita ingin membangun ekosistem usaha mikro yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital saat ini,” serunya.
Wabup Intan berharap, Tangerang Expo 2025 mampu menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan memperluas pasar.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa semangat kolaborasi dan kreativitas adalah kunci dalam meningkatkan daya saing,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki enam tujuan utama, mulai dari memperluas promosi produk unggulan hingga memperkenalkan potensi wisata dan budaya daerah.
“Kami ingin Tangerang Expo menjadi agenda tahunan unggulan yang mampu menarik minat wisatawan, investor, dan pelaku bisnis, sekaligus memperkenalkan potensi wisata serta budaya lokal Kabupaten Tangerang,” kata Rismawati.
Selama empat hari, pengunjung disuguhkan berbagai kegiatan menarik seperti fashion show, live music, talkshow, lomba mewarnai, hingga tari tradisional. Tak hanya itu, acara ini juga menjadi wadah pertukaran ide dan jejaring bisnis lintas daerah—dari Lombok, Pekalongan, Palembang, Pandeglang, hingga DKI Jakarta—yang semuanya mencerminkan semangat ekonomi inklusif dan kolaboratif.
Dengan 25 tenant booth dari berbagai instansi dan UMKM, Tangerang Expo 2025 menjadi bukti bahwa Kabupaten Tangerang tak sekadar menjadi pusat industri, tetapi juga pusat kreativitas dan ekonomi rakyat yang terus bertumbuh pesat.










