Kamis, 1 Oktober 2026

Lagu Sinden Alasan Terinspirasi Sesi Limbukan dalam Pagelaran Wayang Kulit

BAGIKAN:
Lagu Sinden Alasan Terinspirasi Sesi Limbukan dalam Pagelara...
0
Lagu Sinden Alasan Terinspirasi Sesi Limbukan dalam Pagelaran Wayang Kulit

Lisse, Nederland -
Dalam pagelaran seni Wayang Kulit, limbukan menjadi bagian yang ditunggu-tunggu oleh penonton. Sebab pada sesi ini lebih menampilkan hiburan atau banyolan segar antara Limbuk dan Cangik.

Tema yang diambil juga bebas, sesuai imajinasi sang dalang. Sehingga pertunjukan menjadi ramai dan tidak monoton.

Dalam era modern (saat ini) sesi limbukan telah dikolaborasi dengan dagelan dan penyanyi atau bintang tamu. Lagu-lagu yang dibawakan pun tidak hanya gending Jawa tradisional, tetapi sudah dipadukan dengan lagu yang sedang naik daun.

Demikian pula dengan alat musik serta pengiringnya, tidak lagi niyaga dan gamelan murni, tetapi alat musik modern juga disertakan sebagai pelengkap keharmonian sebuah pertunjukan.

Kejelian seorang Nur Bayan sebagai pencipta lagu dan hits maker dalam membaca industri telah melahirkan "Sinden Alasan" sebagai salah satu maha karyanya di 2025.
Dengan menggandeng Niken Salindri, seorang pesinden multi talenta yang juga berasal dari Kediri, lagu ini mendapat perhatian besar dari penikmat musik dan pengguna medsos melalui kanal you tube.

Terbukti belum sampai sehari sejak diunggah, lagu ini telah ditonton lebih dari lima ribu kali.

Sebagai seorang yang murni berdarah Jawa, lagu ini sengaja diciptakan sebagai wujud nguri-uri budaya tradisional dengan menyisipkan ide yang segar. Sinden Alasan nantinya diharapkan mampu menjadi tembang yang akan selalu dibawakan saat Limbukan.

Sebab selain musik dan lirik yang apik, objeknya pun juga luas. Tidak hanya dalang, sinden dan dagelan, tetapi bisa siapa saja yang bisa dijadikan bahan banyolan.

Seni adalah ruang kreatifitas tanpa batas, maka apapun bisa diolah menjadi sesuatu yang berfaedah, tutup Nurbayan kepada Wartawan Sita Aulya melalui sambungan teleponnya. (Sita/Fiyan/Team).

Makan Malam Bersama, Tradisi Sederhana yang Pererat Hubungan Keluarga
Artikel Selanjutnya

Makan Malam Bersama, Tradisi Sederhana yang Pererat Hubungan Keluarga

Penulis: Agus Fiyantino
Diterbitkan: 14 Oktober 2025, 20:51 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Florencia Kirana Wilman: Bukti bahwa Siswi SMK Juga Bisa Berprestasi

Konten dari Pengguna Cerita Rabu, 30 September 2026 | 04:17 WIB

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 04:11 WIB

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 15 September 2026 | 13:59 WIB

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Bandung Bersiap Sambut Forum Kota Pusaka Indonesia 2027

Konten Redaksi Senin, 24 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Saatnya Peduli, Kalapas Bandanaira Ajak Donasi untuk Warga NTT Terdampak Bencana

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:32 WIB