Pemkot Serang Gandeng Perguruan Tinggi dan Lembaga Filantropi Atasi Tantangan Pemotongan Dana Transfer
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi negeri, swasta, serta lembaga filantropi Islam. Langkah ini menjadi strategi penting untuk memperkuat pembangunan daerah di tengah tantangan pemotongan dana transfer sebesar Rp186 miliar pada tahun 2026
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan MoU ini hadir di waktu yang tepat. Menurutnya, sinergi dengan universitas dan lembaga filantropi dapat meringankan beban pemerintah daerah sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan
“Alhamdulillah, acara ini menjadi kabar menyegarkan. Di saat kita harus bekerja keras menghadapi pemotongan anggaran, universitas dan lembaga filantropi siap membantu pengembangan UMKM, pendidikan, hingga kesehatan,” ujar Budi
Ia menambahkan, kontribusi perguruan tinggi dan mahasiswa sangat berarti, terutama melalui program desa binaan yang dapat menjangkau masyarakat secara langsung
“Saya sangat bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para rektor dan mahasiswa. Mereka siap turun ke lapangan untuk membantu pemerintah dan warga Kota Serang,” lanjutnya
Dalam sambutannya, Budi Rustandi menekankan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu prioritas utama. Desa binaan yang dikelola perguruan tinggi bersama pemerintah akan diarahkan pada pembentukan UMKM, dukungan permodalan, serta program sosial lain termasuk penanganan stunting
“Desa yang dibina akan dibuatkan UMKM, dibantu modal, bahkan menyasar kelompok rentan seperti janda dan lansia. Semua ini penting agar kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelasnya
Menurut Budi, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri