Selasa, 6 Oktober 2026

Jaga Pola Hidup Sehat, Ahli Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

BAGIKAN:
Jaga Pola Hidup Sehat, Ahli Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini...
0
Jaga Pola Hidup Sehat, Ahli Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

JAKARTA – Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, jantung, dan kanker masih menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, angka kasus PTM terus meningkat setiap tahunnya, seiring dengan pola hidup masyarakat yang kurang sehat.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Rini Hartati, Sp.PD, mengingatkan bahwa masyarakat perlu lebih peduli terhadap kesehatan diri dengan menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini.

“Sering kali pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah, padahal jika dilakukan pemeriksaan rutin, penyakit bisa terdeteksi sejak dini sehingga pengobatannya lebih mudah,” kata dr. Rini, Minggu (28/9/2025).

Menurutnya, faktor risiko utama PTM antara lain konsumsi makanan tinggi gula, garam, lemak, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok. “Jika masyarakat mampu menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga minimal 30 menit per hari, dan menghindari rokok serta alkohol, risiko terkena PTM bisa ditekan,” tambahnya.

Kemenkes juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) yang tersedia di berbagai daerah. Posbindu memberikan layanan pemeriksaan kesehatan sederhana seperti pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, serta edukasi kesehatan secara gratis.

Selain itu, peran keluarga dinilai penting dalam mendukung anggota rumah tangga agar konsisten menjalani pola hidup sehat.

“Keluarga adalah lingkungan pertama yang bisa menumbuhkan kebiasaan sehat. Misalnya dengan membiasakan makan sayur, mengurangi minuman manis, hingga menyediakan waktu untuk olahraga bersama,” ujar dr.

Rini.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan angka kasus PTM dapat ditekan sehingga generasi mendatang bisa lebih sehat, produktif, dan berkualitas.

Asap Rokok Jadi Penyebab Utama Gangguan Pernapasan Pada Anak
Artikel Selanjutnya

Asap Rokok Jadi Penyebab Utama Gangguan Pernapasan Pada Anak

Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 28 September 2025, 20:55 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Tembus 7 Juta Peserta, CKG Banten Duduki Peringkat Kedua Nasional

Konten Redaksi Senin, 5 Oktober 2026 | 20:54 WIB

MEET YOURSELF: Ketika Ruang Kecil Menjadi Tempat untuk Kembali Mengenal Diri

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB