Selasa, 6 Oktober 2026

Kasus Gangguan Kecemasan di Indonesia Dukungan Keluarga Meningkat, Ahli Ingatkan Pentingnya

BAGIKAN:
Kasus Gangguan Kecemasan di Indonesia Dukungan Keluarga Meni...
0
Kasus Gangguan Kecemasan di Indonesia Dukungan Keluarga Meningkat, Ahli Ingatkan Pentingnya

TANGERANG – Gangguan kecemasan kini menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan mencatat, kasus gangguan kecemasan meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir, terutama pasca-pandemi.

Psikolog klinis, dr. Maya Ardhani, M.Psi, menjelaskan bahwa gangguan kecemasan bukan sekadar rasa gugup biasa, melainkan kondisi yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

“Penderita gangguan kecemasan sering mengalami gejala seperti jantung berdebar, sulit tidur, sulit konsentrasi, bahkan serangan panik yang datang tiba-tiba. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menurunkan kualitas hidup,” ujarnya, Kamis (25/9/25).

Faktor pemicu gangguan kecemasan beragam, mulai dari tekanan pekerjaan, masalah keluarga, hingga paparan media sosial yang berlebihan. Menariknya, kelompok usia produktif, terutama generasi muda, menjadi yang paling rentan mengalami kondisi ini.

Menurut dr.

Maya, salah satu kunci penting dalam penanganan gangguan kecemasan adalah dukungan keluarga dan lingkungan terdekat.
“Seringkali penderita tidak berani terbuka karena takut dianggap lemah. Padahal, dengan mendengarkan dan memberi dukungan, keluarga bisa menjadi benteng pertama dalam proses pemulihan,” tambahnya.

Pemkot Tangerang sendiri telah membuka layanan konseling psikologi gratis di beberapa puskesmas, sebagai langkah nyata mendukung kesehatan mental warganya. Layanan ini mencakup konseling tatap muka hingga telekonseling yang bisa diakses melalui aplikasi resmi.

Gangguan kecemasan yang semakin meningkat menjadi pengingat bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kesadaran masyarakat untuk peduli dan saling mendukung diyakini akan menjadi kunci dalam menghadapi masalah ini.

Kasus Maag Kambuh Meningkat, Ahli Ingatkan Pola Makan sehari-Hari Jadi pemicu Utama
Artikel Selanjutnya

Kasus Maag Kambuh Meningkat, Ahli Ingatkan Pola Makan sehari-Hari Jadi pemicu Utama

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 25 September 2025, 22:53 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Tembus 7 Juta Peserta, CKG Banten Duduki Peringkat Kedua Nasional

Konten Redaksi Senin, 5 Oktober 2026 | 20:54 WIB

MEET YOURSELF: Ketika Ruang Kecil Menjadi Tempat untuk Kembali Mengenal Diri

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB