Jakarta – Generasi Z kini menghadapi tantangan baru di era informasi: infodemic anxiety dan doomscrolling. Kedua fenomena ini muncul akibat derasnya arus berita negatif yang membuat kaum muda mudah cemas dan sulit berhenti menggulir media sosial.
Psikolog sosial, Dr. Nabila Pratama, menjelaskan,
“Infodemic anxiety adalah rasa cemas berlebihan karena terlalu banyak informasi, terutama yang menakutkan atau negatif. Doomscrolling sendiri adalah kebiasaan tak sadar terus-menerus membaca berita buruk meski itu memengaruhi mood dan kesehatan mental.”
Menurut Dr. Nabila, akhir-akhir ini Gen Z lebih sering terjebak dalam pola ini karena ingin selalu update soal isu global, mulai dari krisis ekonomi, bencana alam, hingga konflik dunia. Dampaknya nyata: mudah panik, susah tidur, hingga kehilangan fokus dalam kegiatan sehari-hari.
Ahli kesehatan mental menyarankan beberapa cara sederhana untuk mengatasi fenomena ini, antara lain:
Batasi waktu berselancar di media sosial.
Pilih sumber berita terpercaya.
Lakukan kegiatan offline seperti olahraga, hobi kreatif, atau meditasi.
Dr. Nabila menambahkan,
“Tidak semua berita harus diikuti secara real-time. Menetapkan batas digital adalah kunci menjaga kesehatan mental di era informasi yang super cepat ini.”
Gen Z perlu menyadari bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan selalu update berita. Sekadar menggulir tanpa henti bisa berakibat lebih buruk daripada ketinggalan satu berita.










