Selasa, 6 Oktober 2026

Tren Perundungan di Sekolah Meningkat, Kurikulum Budi Pekerti Belum Efektif

BAGIKAN:
Tren Perundungan di Sekolah Meningkat, Kurikulum Budi Pekert...
0
Tren Perundungan di Sekolah Meningkat, Kurikulum Budi Pekerti Belum Efektif

Jakarta – Kasus perundungan di sekolah-sekolah Indonesia menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat 16.720 kasus pada 2023, dan per Februari 2025 jumlah korban meningkat menjadi 21.000 anak, baik dari perundungan fisik maupun psikis.

Psikolog anak, Kak Seto Mulyadi, menyoroti faktor yang memperparah masalah ini, termasuk minimnya pendidikan karakter yang mendalam di sekolah, rendahnya pengawasan terhadap perilaku siswa, serta kurangnya penegakan aturan dan sanksi tegas bagi pelaku.

Bahkan, menurutnya, kadang orang tua ikut membiarkan perilaku perundungan berlangsung.

“Lingkaran ini membuat korban merasa tidak terlindungi, sementara pelaku seolah tidak menghadapi konsekuensi,” ujarnya.

Berdasarkan data Komnas PA, perundungan fisik menjadi yang paling umum dengan persentase 55,5%, diikuti verbal 29,3%, dan psikologis/sosial 15,2%. Kasus ini tersebar di berbagai jenjang pendidikan, dengan SD (26%), SMP (25%), dan SMA (18,75%) sebagai yang tertinggi.

Mayoritas pelaku dan korban adalah siswa laki-laki, dan sebagian besar terjadi di sekolah di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (80%), serta Kementerian Agama (20%).

Meski kurikulum budi pekerti memiliki potensi besar dalam membentuk karakter siswa, implementasinya untuk mencegah perundungan dinilai belum optimal. Pakar pendidikan menekankan perlunya pengawasan lebih ketat di sekolah, sosialisasi yang konsisten, serta penegakan aturan yang jelas agar korban mendapatkan perlindungan dan pelaku menghadapi konsekuensi nyata.

Komnas PA menegaskan bahwa peningkatan kesadaran dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk memutus lingkaran perundungan ini, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh anak.

Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Dengan Perguruan Tinggi, Targertkan 500 Penerima Beasiswa Tangerang Gemilang
Artikel Selanjutnya

Pemkab Tangerang Perkuat Sinergi Dengan Perguruan Tinggi, Targertkan 500 Penerima Beasiswa Tangerang Gemilang

Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 22 September 2025, 23:52 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

SDN Tapos 1 Cadasari Berbenah, Revitalisasi Telan Anggaran Rp888 Juta

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 01:18 WIB

Tinjau Sekolah Rakyat di Lebak, Andra Soni Dorong Siswa Kejar Cita-cita

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 21:10 WIB

Florencia Kirana Wilman: Bukti bahwa Siswi SMK Juga Bisa Berprestasi

Konten dari Pengguna Cerita Rabu, 30 September 2026 | 04:17 WIB

Cegah Tawuran dan Narkoba, Polsek Pamarayan Beri Edukasi kepada 650 Pelajar

Konten Redaksi Selasa, 29 September 2026 | 11:30 WIB

Quizizz Mission: Inovasi Ulangan Harian Berbasis Stimulus untuk Mendukung Pembelajaran Berkualitas di Kelas X MPLB

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 26 September 2026 | 02:13 WIB

Cegah Bullying Sejak Dini, Polsek Carenang Edukasi Siswa SDN Binuang

Konten Redaksi Kamis, 24 September 2026 | 18:23 WIB

Dari Biang Sabun Jadi Cuan, Siswa Belajar Produksi hingga Pemasaran Sabun Cuci Piring

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

Edukasi Wudhu di Tengah Kemarau Ajarkan Siswa Bijak Menggunakan Air

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 07:38 WIB