Surabaya – Gubernur Banten Andra Soni melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Jumat (23/5/2025). Kunjungan ini diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Jl. Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Surabaya. Pertemuan ini membahas sejumlah agenda penting terkait pembangunan daerah dan kerja sama antar wilayah.
“Alhamdulillah kita bisa berkunjung dan bersilaturahmi dengan Gubernur Jatim. Sebagai gubernur baru di salah satu provinsi tentu saya perlu banyak belajar dan banyak berdiskusi dengan senior. Alhamdulillah hari ini kami punya kesempatan bisa berdiskusi langsung terkait dengan pembangunan daerah dan terkait dengan kerjasama antar daerah,” ungkap Andra Soni.
Ia menambahkan harapannya agar hasil dari pertemuan ini membawa keberkahan dan memperkuat komitmen menuju Indonesia Emas 2045. “Semoga semua dilancarkan dan kita bisa bersama-sama menjadi bagian dari Indonesia Maju Indonesia Emas Tahun 2045,” tambahnya.
Salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah kelanjutan rencana kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Banten dan Bank Jatim.
“Tadi juga kita diskusikan kaitan dengan Kelompok Usaha Bank dengan Bank Jatim, dimana Bank Jatim merupakan BPD terbesar di Indonesia. Kami punya BPD Bank Banten yang masih muda perlu bimbingan, perlu dukungan, dan perlu kerjasama dengan Bank Jatim ini,” jelas Andra Soni.
Lebih jauh, pertemuan juga menyentuh topik pelestarian satwa langka. Gubernur Andra menyebut pembahasan mengenai pemanfaatan fasilitas Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIP) Singosari untuk mendukung pelestarian Badak Jawa yang hampir punah.
“Kami juga membicarakan terkait dengan fasilitas yang ada di Provinsi Jatim, yaitu mengenai inseminasi buatan. Kami punya Badak Jawa yang hampir punah. Tadi Ibu Gubernur menyampaikan ini perlu kita tindaklanjuti untuk bisa melakukan upaya pelestarian hewan langka ini melalui fasilitas yang ada di Jawa Timur,” imbuhnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut baik kedatangan Andra Soni dan menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk penguatan sinergi pembangunan antar daerah.
“Ada proses yang sedang berjalan itu KUB dari Bank Banten berencana untuk ber-KUB dengan Bank Jatim. Tentu kita semua menyampaikan terima kasih atas kepercayaan ini. Proses berikutnya tim teknis dari tim Bank Banten dan Bank Jatim,” ujarnya.
Khofifah juga menyampaikan bahwa Direktur Utama Bank Jatim akan menindaklanjuti hasil pembahasan kerja sama tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Pak Dirut juga tadi akan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur, yang tentu OJK punya regulasi-regulasinya,” katanya.
Komisaris Bank Banten yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut proses percepatan KUB antar kedua bank daerah.
“Dalam rangka memenuhi Peraturan OJK Nomor 12/2020 terkait pemenuhan ketentuan modal inti bank dan tindak lanjut proses KUB antara Bank Jatim dengan Bank Banten,” jelasnya.
“Bank Banten bertujuan untuk memperkuat kerjasama antara Bank Banten dan Bank Jatim dalam pengembangan sektor ekonomi dan usaha bersama yang lebih produktif dan menguntungkan serta mendiskusikan potensi kerjasama yang lebih luas di bidang perbankan, dan membangun kolaborasi kerjasama lainnya yang saling mendukung,” pungkas Rina.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir jajaran direksi kedua bank, antara lain Direktur Operasional Bank Banten Rodi Judo Dahono, Direktur Kepatuhan Bank Banten Eko Virgianto, serta Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo. (*/her)










