Ikuti Kami
Minggu, 4 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Advertorial

Sosialisasi Gizi dan Penanganan Stunting di Serang, Upaya Dinkes Banten Ciptakan Generasi Sehat

Penulis: Redaksi
Jumat, 1 November 2024 | 15:28 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

SERANG - Dinas Kesehatan Provinsi Banten menggelar sosialisasi program gizi dan penanganan stunting di Kampung Pagupon Lebak, Desa Leuwi Limus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, pada Rabu, 30 Oktober 2024. Puluhan warga hadir dengan antusias untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya gizi dan cara penanggulangan stunting, bertujuan meningkatkan kesadaran akan gizi seimbang guna menciptakan generasi sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Hery, yang turut hadir, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurut Hery, edukasi langsung kepada masyarakat sangat penting, mengingat masih banyak warga yang kurang memahami dampak stunting terhadap pertumbuhan anak.

Ia menyebut sosialisasi ini sebagai langkah awal bagi pemerintah dalam upaya menekan angka stunting di Banten, yang masih menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan.

"Program ini sangat positif dan harus terus diperluas. Di lapangan, masih banyak yang belum mengerti apa itu stunting dan dampaknya. Edukasi seperti ini bisa menjadi langkah awal untuk memberikan pemahaman yang benar," kata Hery.

Ia juga mengajak warga untuk serius mengikuti informasi penting yang disampaikan oleh para ahli gizi dan stunting yang hadir.

Hery menambahkan, pemahaman yang baik tentang gizi dan cara mencegah stunting dapat membawa perubahan signifikan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. "Saya harap para peserta menyimak dengan baik dan menerapkan informasi ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga angka stunting bisa menurun, menciptakan generasi yang sehat dan kuat," lanjutnya.

Dalam acara ini, dr. Siti Noviyanti dari Puskesmas Cikande memberikan materi tentang perubahan pola makan sebagai salah satu pemicu masalah gizi.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat saat ini lebih sering mengonsumsi makanan kemasan dan ultra-proses daripada makanan asli. Kondisi ini berdampak negatif terhadap perkembangan anak, terutama bagi bayi dan balita yang memerlukan asupan gizi seimbang.

Penulis: Redaksi
Jumat, 1 November 2024 | 15:28 WIB
Artikel Selanjutnya

Pj Bupati Tangerang Dukung Pertanian Hidroponik Kelompok Wanita Tani

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Gudang Limbah B3, PT WPLI di Jawilan Terbakar

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 18:22 WIB

Brigjen Pol Hendra Resmi Jabat Kapolda Banten

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 04:40 WIB
↑ Kembali ke atas
Sosialisasi Gizi dan Penanganan Stunting di Serang, Upaya Dinkes Banten Ciptakan Generasi Sehat

Bagikan artikel ini melalui