Ikuti Kami
Jumat, 21 Agustus 2026 Versi Web

Kopi, Nadi Kehidupan Petani di Kaki Gunung Karang

Penulis: Mardiana Akin
Rabu, 15 Mei 2024 | 08:45 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Apan mengaku sebelum adanya program ini, dirinya mengelola 6 tempat total lahan yang digarapnya kurang lebih 5 hektar yang menghasilkan 5 ton biji kopi per tahun. Dengan kisaran harga jual 18.000 sampai 20.000 rupiah per kilogram, bisa dibayangkan betapa kopi sangat menjanjikan pundi-pundi rupiah apalagi dengan sistem saat ini.

"Kalau dulu kan asal tanam, asal panen, asal olah. Kalau sekarang semuanya tertata. Jarak tanam diperhatikan, setiap hari kita fokus ngurus kopi gak kenal lelah," begitulah kata Apan.

LEM Tri Sanghyang bukan hanya menata petani dan kebun kopi, namun juga mengembalikan harga kopi sebagaimana mestinya. Melalui sistem LEM, petani kopi bisa menjual di kisaran harga 25.000 hingga 40.000 rupiah per kilogram sesuai rade (kualitas) pasaran.

Adanya pembinaan yang intensif, masyarakat kini mulai kembali membicarakan dan melirik kopi sebagai tanaman ekonomis. Menjadi investasi tahunan bagi para petani, sedangkan kebutuhan sehari-hari sudah bisa terpenuhi dengan hasil sayuran yang ditaman di antara pohon kopi.

hutan Lestari, Petani Heppy. Foto: DBN (Mardiana)

"Kita juga menggunakan sistem campur sari, kita bisa merawat kebun kopi sambil menanam wortel, menanam kentang, sawi, dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," pungkasnya.

Lahan semakin meluas, gunung semakin menghijau, petani semakin makmur. Itulah kondisi kaki Gunung Karang saat ini.

Karena ngopi tidak selalu tentang kopi, secangkir kopi yang setia menemani pagi adalah harapan para petani, berbicara tentang kopi adalah sinergi membangun negeri, berbicara tentang kopi, berbicara tentang bumi yang lestari.

(Mardiana/Herfa)

Penulis: Mardiana Akin
Rabu, 15 Mei 2024 | 08:45 WIB
Artikel Selanjutnya

Mau Belajar Nulis? Inilah Modal Penulis Hebat yang Harus Kamu Miliki

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Tulisan yang Berdampak atau Dampak yang Dijadikan Tulisan?

Selasa, 11 Februari 2025 | 21:01 WIB

Seni Menggunakan Emotikon dalam Komunikasi Digital

Minggu, 2 Juni 2024 | 07:58 WIB
↑ Kembali ke atas
Kopi, Nadi Kehidupan Petani di Kaki Gunung Karang

Bagikan artikel ini melalui