Sehingga siswa akan termotivasi belajar yang lebih baik dan dapat membantu siswa dalam mencapai hasil yang baik.
Jika guru tidak mampu mengikuti di era digital ini, maka guru akan semakin tertinggal.
Jadi seorang guru milineal harus belajar dan belajar untuk menguasai IT demi tercapainya tujuan pendidikan yang seutuhnya. Mau tidak mau suka tidak suka zaman di era digital ini harus kita laksanakan dan tidak akan bisa kita hindari.
Karena dewasa ini siswa kita sudah mulai pandai dan piawai dalam menggunakan teknologi. Terutama dalam menggunakan smartphone.
Menurut pengamat pendidikan Dra.
Wati Rosanah, M.Pd., generasi milineal merupakan generasi yang mahir dan gandrung akan teknologi informasi dan berbagai aplikasi mutakhir. Informasi yang diakses oleh mereka, kata Wati, bahkan tak terbatas pada informasi yang berkaitan dengan pendidikan.
Melainkan informasi yang berkaitan dengan gaya hidup sehari-hari.
Dalam kehidupan sosial di era digital ini memiliki keunggulan dan kelemahan yang berdampak terhadap generasi milineal. Contoh keunggulan di era digital adalah seseorang dapat memiliki sikap toleran yang tinggi walaupun berbeda kultur, akan tetapi kelemahannya adalah seseorang memiliki sifat individualis dan egoistis.
Hal ini yang harus diantisipasi oleh seorang guru milineal.
Guru sebagai garda terdepan dalam menyukseskan sistem pendidikan yang berkualitas dan bermutu, sehingga guru harus memahami dan menguasai teknologi yang berkembang saat ini.
Guru juga harus mampu mengaplikasikan teknologi yang ada dalam kegiatan belajar mengajar. Agar guru mudah diterima generasi milineal saat ini sehingga guru mudah menyampaikan ilmu dan pembelajaran serta nilai-nilai moral kepada anak.
Guru juga harus memotivasi dan mengarahkan siswa bagaimana cara menggunakan teknologi dengan baik supaya dapat mendapatkan manfaatnya dan terhindar dari hal negatif dari teknologi tersebut.
Dengan demikian, menjadi guru milineal bukanlah tugas yang mudah.