Cecep mengatakan, Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan 2026 memiliki target yang lebih besar dibanding sekadar pelaksanaan kegiatan di tingkat daerah. Jika pelaksanaan di Banten berjalan baik dan memberikan hasil yang positif, konsep tersebut akan didorong untuk dikembangkan sebagai percontohan nasional.
“Apabila nanti percontohan di Banten bagus hasilnya, maka kami akan menjadikannya sebagai percontohan tingkat nasional,” ujarnya.
Harapan tersebut sejalan dengan dukungan Gubernur Banten yang melihat kegiatan ini memiliki peluang untuk menjadi model penguatan ketahanan pangan berbasis kepemudaan.
Melalui jambore tersebut, pemuda diharapkan semakin memahami bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Pemuda juga dapat mengambil peran melalui sektor pertanian, perikanan, peternakan, pengolahan hasil pangan, hingga pengembangan usaha berbasis pangan.
Pelaksanaan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan 2026 di Wanasalam pun diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas. Dari Banten, gagasan mengenai keterlibatan aktif pemuda dalam menjaga ketersediaan pangan diharapkan dapat berkembang ke berbagai wilayah Indonesia.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan keterlibatan generasi muda, jambore tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi serta praktik nyata yang tidak hanya bermanfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga berkelanjutan setelah jambore berakhir.
Banten pun berpeluang menunjukkan bahwa pemuda bukan hanya generasi penerus, melainkan juga dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.