Ikuti Kami
Rabu, 12 Agustus 2026 Versi Web

Mahasiswa KKN Tematik UNIGA Kelompok 16 Ajak Siswa MIS AR-RAUDHOTUN NUR Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:43 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

 

Devi menilai bahwa membangun lingkungan yang bebas bullying dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Peserta didik dapat memulainya dengan menjaga ucapan, tidak menjadikan kekurangan teman sebagai bahan lelucon, tidak mengucilkan teman, serta berani memberikan dukungan kepada seseorang yang sedang mengalami kesulitan.

 

Dari pihak madrasah, kegiatan tersebut mendapat respons positif. Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., Gr., selaku Wakakurikulum MIS AR-RAUDHOTUN NUR, mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa KKN Tematik memberikan pengalaman yang positif bagi madrasah maupun peserta didik. “ Hadirnya mahasiswa berdampak positif bagi madrasah. Selama ini madrasah kami sangat jarang dikunjungi oleh mahasiswa yang sedang mengemban tugas di lapangan. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kedatangan mahasiswa KKN Tematik Universitas Garut Kelompok 16 Desa Pamalayan, apalagi program yang disampaikan berkaitan langsung dengan kehidupan peserta didik,” kata Insan.

 

Menurutnya, program Anti Bullying sejalan dengan upaya madrasah dalam membangun karakter peserta didik. Pendidikan tidak hanya berbicara tentang pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana membentuk anak-anak agar memiliki kepedulian, empati, tanggung jawab, serta kemampuan menghargai orang lain. Insan juga menilai bahwa lingkungan pendidikan harus mampu memberikan rasa aman kepada seluruh peserta didik. Anak-anak membutuhkan ruang yang membuat mereka berani bertanya, berpendapat, bermain, belajar, dan berinteraksi tanpa rasa takut akan mendapatkan perlakuan yang merendahkan dari teman-temannya. “ Kami berharap anak-anak dapat mengambil pelajaran dari kegiatan ini. Mereka harus memahami bahwa setiap teman memiliki perasaan yang harus dihargai. Jangan sampai ada anak yang merasa takut datang ke madrasah karena mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Madrasah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar dan bertumbuh,”  tambahnya.

Bagi mahasiswa KKN Tematik UNIGA Kelompok 16, sosialisasi Anti Bullying menjadi bagian dari kontribusi mereka selama melaksanakan pengabdian di Desa Pamalayan. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk melalui lingkungan pendidikan dasar. Di sisi lain, kunjungan tersebut juga menjadi bentuk interaksi positif antara perguruan tinggi dengan madrasah. Kehadiran mahasiswa memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal pengalaman dan aktivitas mahasiswa di perguruan tinggi. Bagi madrasah, kegiatan semacam ini menjadi tambahan wawasan sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam kegiatan pendidikan dan pengembangan karakter.

 

Menutup pesannya, Adi mengajak seluruh peserta didik untuk bersama-sama mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Menurutnya, perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Sikap sederhana seperti menghentikan ejekan, mengajak teman yang dikucilkan, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, dan berani membantu teman yang menjadi korban dapat menjadi awal perubahan. “ Menyuarakan anti-bullying adalah langkah kecil untuk menciptakan perubahan besar. Mari bersama-sama membangun lingkungan di mana setiap orang merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri, tanpa takut dihina, direndahkan, atau dikucilkan. Karena tidak ada alasan untuk menyakiti orang lain. Jadilah suara bagi mereka yang belum mampu bersuara,” pungkas Adi.

 

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari bullying merupakan tanggung jawab bersama. Guru, peserta didik, orang tua, mahasiswa, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun budaya saling menghargai. Dari lingkungan madrasah, langkah kecil untuk menghentikan bullying diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya yang lebih besar dalam menyiapkan generasi bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter, empati, dan kepedulian terhadap sesama.

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:43 WIB
Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi Distrik Banten News - Berita Banten Terkini, Terlengkap dan Terbaru Hari Ini.
Artikel Selanjutnya

KKN Tematik Universitas Garut Kelompok 16 Hadir di MIS Ar-Raudhotun Nur, Kampanyekan Anti-Bullying dan Bangun Cinta kepada Orang Tua

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Mahasiswa KKN Tematik UNIGA Kelompok 16 Ajak Siswa MIS AR-RAUDHOTUN NUR Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Bagikan artikel ini melalui