Ikuti Kami
Minggu, 9 Agustus 2026 Versi Web

Dari Lari Subuh hingga Jadi Ormas, Dahnil Bongkar Filosofi Matahari Pagi Indonesia

Penulis: Yustinus Agus
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 21:34 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Ia kemudian mencontohkan perjalanan politik Prabowo Subianto yang pernah beberapa kali mengalami kekalahan dalam kontestasi pemilihan presiden sebelum akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

"Presiden Prabowo itu kalah jadi Presiden hampir empat kali. Semua orang yang mau jelekin beliau, ada di kabinet. Tapi Pak Prabowo enggak pernah jelekin pendahulu beliau. Beliau ingin mengakumulasikan kebaikan-kebaikan. Kebaikan era Soekarno diambil, era Soeharto diambil, sampai era Jokowi," tutur Dahnil.

Menurutnya, filosofi tersebut dapat menjadi contoh bahwa setiap kepemimpinan memiliki pengalaman, kebijakan, dan capaian yang dapat dipelajari serta dilanjutkan sepanjang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam konteks MPI, filosofi "Matahari Pagi" juga memiliki makna tersendiri. Dahnil menyebut matahari pagi sebagai simbol harapan, energi positif, dan awal yang baru.

Matahari yang terbit pada pagi hari juga dianggap sebagai sumber energi yang memberikan kehidupan. Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan MPI sebagai tekad untuk menghadirkan "cahaya" melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Matahari Pagi itu simbolisasi harapan," ujarnya.

Ia menambahkan, matahari pagi memiliki kualitas sinar yang baik dan identik dengan kesehatan. Karena itu, MPI diharapkan dapat menjadi kelompok masyarakat yang mampu memberikan sinar melalui kontribusi nyata dan kegiatan positif.

Bagi MPI, semangat tersebut kemudian dipadukan dengan nilai keislaman "fastabiqul khairat", yakni memaksimalkan setiap kesempatan untuk melakukan kebaikan.

Penulis: Yustinus Agus
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 21:34 WIB
Artikel Selanjutnya

Mengenal Ripsky Ardiansyah, Tiktoker Asal Karawang dengan Julukan "Duda Muda" yang Viral

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Dari Lari Subuh hingga Jadi Ormas, Dahnil Bongkar Filosofi Matahari Pagi Indonesia

Bagikan artikel ini melalui