Warga Desak Ketua DPRD Lebak Dicopot
"Kami meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan profesional. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami juga meminta adanya jaminan keamanan dan perlindungan hukum bagi korban, keluarganya, maupun para saksi yang berani memberikan keterangan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Fam Fuk Tjhong alias Uun turut menyampaikan langsung kronologi versi dirinya di hadapan para peserta aksi. Ia mengaku mengalami dugaan penculikan sebelum akhirnya dibawa ke kediaman Ketua DPRD Kabupaten Lebak.
Menurut Uun, selama perjalanan hingga berada di lokasi tersebut dirinya mengaku mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.
"Saya dibawa ke rumah Ibu Ketua DPRD Lebak. Saya dipukuli oleh mereka," kata Uun di hadapan massa aksi.
Pernyataan tersebut mendapat respons emosional dari peserta aksi yang meminta aparat kepolisian segera mengungkap siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penculikan dan kekerasan tersebut.
Massa juga menilai kasus yang menimpa seorang aktivis dapat menjadi preseden buruk bagi kebebasan menyampaikan pendapat apabila tidak ditangani secara serius dan transparan.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Sejumlah personel disiagakan di sekitar Gedung DPRD Kabupaten Lebak guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski sempat diwarnai orasi keras, demonstrasi berlangsung tertib hingga selesai.
Perwakilan DPRD Kabupaten Lebak, Erik Setiana, menemui massa dan menerima seluruh aspirasi yang disampaikan. Ia memastikan tuntutan masyarakat akan diteruskan kepada Badan Kehormatan DPRD maupun unsur pimpinan DPRD Kabupaten Lebak.