“Banyak persoalan saat ini bersifat lintas wilayah, sehingga kolaborasi antar daerah menjadi keniscayaan. Itu bagian penting dari semangat otonomi yang harus kita kuatkan,” ujarnya. Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mengembangkan berbagai inovasi daerah.
Inovasi ini terutama dalam digitalisasi layanan pemerintahan dan penguatan kanal pengaduan masyarakat. Kanal pengaduan masyarakat tersebut dirancang terintegrasi, modern, cepat, dan responsif.
Pemkot Tangsel juga melakukan harmonisasi dengan isu strategis nasional. Isu-isu strategis nasional itu seperti swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air, serta pendidikan dan kesehatan.
Penanganan stunting hingga penguatan ekonomi berbasis kewirausahaan dan UMKM juga menjadi perhatian. Pilar juga mengingatkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran.
Presiden meminta seluruh pemerintah daerah menjalankan program secara sederhana namun berdampak langsung bagi masyarakat. Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini menjadi pijakan untuk memperkuat komitmen bersama.
Tujuannya menghadirkan pemerintahan yang adaptif, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan warga.
“Capaian 30 tahun otonomi daerah harus menjadi energi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pembangunan yang adil dan merata,” tutup Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan.
***