DISTRIKBANTENNEWS.COM, Sleman - Universitas Widya Mataram dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman meneken kerja sama. Kolaborasi ini berfokus pada pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Penandatanganan perjanjian tersebut berlangsung di Kantor Dinas P3AP2KB Sleman pada Senin (16/3/2026) lalu. Langkah ini menjadi strategis untuk memperkuat sistem perlindungan di kampus.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama, Humas, dan Kebudayaan UWM, Dr. Roni Sulistyanto Luhukay, S.H., M.H., menandatangani kerja sama ini. Ia didampingi Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, dr.
Novita Krisnaeni, M.P.H. dr. Novita Krisnaeni menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda.
Kampus harus menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa.
“Perguruan tinggi merupakan tempat bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, kampus harus menjadi ruang yang aman dan terbebas dari segala bentuk kekerasan,” ujar dr.
Novita Krisnaeni. Novita berharap kerja sama ini dapat memperkuat langkah pencegahan kekerasan.
Selain itu, mekanisme penanganan kasus di kampus bisa lebih terkoordinasi.
“Harapan kami, kerja sama ini dapat memberikan perlindungan serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan,” kata Novita.
Beberapa perguruan tinggi swasta lain di Kabupaten Sleman juga terlibat dalam kerja sama ini. Mereka adalah Universitas Islam Indonesia, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, serta Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
“Melalui kolaborasi lintas kampus ini, pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Sleman diharapkan dapat bersinergi dalam program edukasi, sosialisasi, penguatan kebijakan kampus, hingga pendampingan bagi korban. Ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih aman, inklusif, dan berpihak pada perlindungan mahasiswa,” tutup Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, dr.
Novita Krisnaeni.
***