Menurutnya, melalui program Sekolah Gratis, seharusnya tidak ada lagi kasus ijazah yang ditahan oleh pihak sekolah yayasan. Pemprov Banten akan mengajak sekolah mitra Sekolah Gratis untuk berdialog membicarakan persoalan ijazah.
"Kami memahami bahwa mereka juga punya sistem keuangan yang harus dipertanggungjawabkan. Sehingga kita ajak dialog, semoga mereka bisa memberikan solusi," ujarnya. Ke depan, program Sekolah Gratis direncanakan akan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas.
Program ini akan diperluas ke sekolah berbasis agama atau madrasah. Andra Soni juga memaparkan perkembangan program unggulan Bangun Jalan Desa Sejahtera .
Program ini banyak dilaksanakan di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Respon masyarakat terhadap program Bang Andra cukup baik, terbukti dengan inisiatif pengajuan masyarakat yang mencapai lebih dari 2.000 proposal.
Selain itu, gubernur juga membahas percepatan operasional Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan dan RSUD Uwes Qorny Cilograng. Kedua RSUD tersebut baru bisa beroperasi setelah tiga tahun berdiri.
Program-program ini, kata Andra Soni, merupakan bagian dari upaya mengikis kesenjangan antara wilayah utara dengan wilayah selatan Banten. Melalui program berbasis kemasyarakatan, kesenjangan produktivitas dan Indeks Pembangunan Manusia dapat diminimalisir.
"IPM Provinsi Banten termasuk tinggi ditopang oleh wilayah utara. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Banten yang kini mendekati Rp1.000 triliun," jelasnya. Kepada para mahasiswa, Andra Soni menegaskan bahwa berdemonstrasi adalah bagian dari demokrasi.
Baginya, demonstrasi merupakan proses pendewasaan dan membuatnya merasa diawasi.