Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak. Kerusakan ini terjadi akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra pada tahun lalu.
Upaya pemulihan sudah dimulai sejak masa tanggap darurat. Fokus utamanya adalah membuka kembali konektivitas antarwilayah yang sempat terputus.
Kasubdit Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan PU, Syauqi Karam, menjelaskan timnya berupaya keras. Mereka memastikan masyarakat tetap dapat melintas di jalan dan jembatan yang rusak, meskipun dalam kondisi sementara.
“Pada masa tanggap darurat, kami berupaya membuka kembali akses jalan dan jembatan yang rusak agar masyarakat tetap dapat melintas meskipun dengan kondisi sementara,” kata Syauqi.
Pemerintah kini melanjutkan proses pemulihan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur secara permanen. Syauqi menyampaikan pembangunan permanen sudah memasuki sejumlah titik yang sebelumnya hanya ditangani darurat.
“Sekarang kita sudah masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga pekerjaan yang dilakukan tidak lagi bersifat sementara, tetapi sudah menuju pada pembangunan infrastruktur permanen,” tutup Syauqi.
Beberapa jalur yang menjadi prioritas penanganan berada di lintas timur dan lintas tengah Sumatra. Jalur-jalur ini merupakan penghubung penting antarwilayah.
Jalur tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat. Selain itu, jalur ini juga vital untuk distribusi barang dan jasa di kawasan tersebut.
Dalam proses pengerjaannya, pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan konstruksi dari BUMN Karya.
***