DISTRIKBANTENNEWS.COM, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meminta pemerintah daerah mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026. Permintaan ini disampaikan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik.
Arus mudik diperkirakan mulai meningkat pada 16 Maret 2026 mendatang. Sekitar 143,9 juta orang atau 50,8 persen dari total penduduk Indonesia diprediksi melakukan perjalanan.
Wiyagus menyampaikan hal tersebut saat Rapat Koordinasi Keamanan dalam rangka Persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Rapat berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan , Jakarta, pada Rabu kemarin (11/3/2026).
Pemda juga diminta memastikan kesiapan infrastruktur serta moda transportasi. Ini mencakup transportasi darat maupun laut sesuai kewenangan masing-masing.
"Pemerintah daerah juga ditekankan tentang pentingnya pengawasan tetap terhadap operasional angkutan laut, sungai, dan danau," kata Akhmad Wiyagus.
Menurut Wiyagus, kelancaran arus mudik berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas harga pangan. Mobilitas masyarakat yang tinggi dalam waktu bersamaan berpotensi memengaruhi distribusi logistik.
Oleh karena itu, Pemda diminta mengantisipasi potensi gangguan distribusi. Khususnya di wilayah yang menjadi jalur utama pergerakan maupun simpul distribusi logistik.
Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus juga mengingatkan arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Arahan itu disampaikan melalui Surat Edaran (SE) kepada seluruh kepala daerah.
SE tersebut meminta kepala daerah berperan aktif menjaga kelancaran mudik. Selain itu juga memantau dan mengendalikan inflasi menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah.
"Pak Menteri menekankan pada seluruh pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten[/kota], agar menjaga stabilitas harga pangan, memastikan ketersediaan makanan pokok dan juga kelancaran distribusi bagi masyarakat," tutup Akhmad Wiyagus.
***